Hmm..ini tulisan ane waktu ikut salah satu alur pengkaderan anggota LDK UKDM UPI tahun 2009 (kurang lebih 3 tahun silam) dan ditugaskan untuk membuat tulisan yang temanya tentang generasi islami ..cekidot..^^
Manusia dianugerahkan sebuah akal dan pikiran oleh
Allah SWT. Tentunya Allah memberikan itu semua tidak dengan percuma. Di balik
itu Allah menghendaki kita untuk memanfaatkan/memberdayakan apa yang telah DIA
berikan itu supaya menjadi suatu kebermanfaatan khususnya untuk diri sendiri
dan umumnya untuk orang lain. Tentunya dengan cara yang seharusnya dan tidak
menyimpang dari aturanNya.
Seperti halnya organ tubuh yang lain, akal dan pikiran
manusia pun mengalami perkembangan walaupun tidak bisa dilihat secara fisik.
Karena perkembangan akal dan pikiran biasanya bisa dilihat dari perkembangan
psikologis seseorang contohnya perkembangan tingkat kedewasaan seseorang dalam
berpikir dan bertindak. Seperti yang saya kutip tentang definisi perkembangan
yaitu perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan yang
berlangsung secara sistematis, progresif, berkesinambungan, integratif baik
fisik maupun mental.
Jika dihubungkan antara perkembangan akal/pikiran dengan kemampuan seseorang untuk bersikap dinamis dan produktif dalam menghadapi era globalisasi ini, ternyata mempunyai kaitan. Kita sebagai remaja muslim secara tidak langsung dituntut untuk mengembangkan akal dan pikiran kita agar bersikap dinamis dan produktif mengikuti perkembangan zaman. Tentunya kita harus tetap mengutamakan syariat Islam sebagai pegangan kita. Karena tanpanya kita akan sulit untuk bergerak dan akan jauh dari aturanNya. Bersikap dinamis disini maksudnya adalah kita sebagai mahluk sosial bisa saja mengikuti arus perubahan yang sedang dan akan terjadi di dunia ini tapi kita juga tetap harus mempertahankan Islam sebagai identitas kita. Sedangkan produktif disini maksudnya adalah kita sebagai generasi muda Islam harus bisa menghasilkan sesuatu untuk disumbangkan kepada dunia Islam. Seperti para ilmuwan Islam yang telah banyak memberikan pengetahuan yang selalu dihubungkan dengan ajaran agama Islam. Mereka dengan sangat bangganya memperlihatkan kepada dunia bahwa di dalam Islam itu terdapat banyak sekali keajaiban (pengetahuan) yang sebenarnya masih bisa digali oleh para generasi mudanya. Oleh karena itu selagi kita masih muda mari persiapkan diri untuk menjadi generasi Islami yang dinamis dan produktif untuk menghadapi tantangan zaman.
Jika dihubungkan antara perkembangan akal/pikiran dengan kemampuan seseorang untuk bersikap dinamis dan produktif dalam menghadapi era globalisasi ini, ternyata mempunyai kaitan. Kita sebagai remaja muslim secara tidak langsung dituntut untuk mengembangkan akal dan pikiran kita agar bersikap dinamis dan produktif mengikuti perkembangan zaman. Tentunya kita harus tetap mengutamakan syariat Islam sebagai pegangan kita. Karena tanpanya kita akan sulit untuk bergerak dan akan jauh dari aturanNya. Bersikap dinamis disini maksudnya adalah kita sebagai mahluk sosial bisa saja mengikuti arus perubahan yang sedang dan akan terjadi di dunia ini tapi kita juga tetap harus mempertahankan Islam sebagai identitas kita. Sedangkan produktif disini maksudnya adalah kita sebagai generasi muda Islam harus bisa menghasilkan sesuatu untuk disumbangkan kepada dunia Islam. Seperti para ilmuwan Islam yang telah banyak memberikan pengetahuan yang selalu dihubungkan dengan ajaran agama Islam. Mereka dengan sangat bangganya memperlihatkan kepada dunia bahwa di dalam Islam itu terdapat banyak sekali keajaiban (pengetahuan) yang sebenarnya masih bisa digali oleh para generasi mudanya. Oleh karena itu selagi kita masih muda mari persiapkan diri untuk menjadi generasi Islami yang dinamis dan produktif untuk menghadapi tantangan zaman.
Oleh : Lies Nur Aidanisa Sopiani
Pendidikan Kimia/Kimia B
2009