![]() |
| -aish.photoscollection- |
By : aish.fillah
Hmmm..terkadang kita
selalu terjebak dalam opini “kenapa jadi begini? Kenapa jadi begitu? kenapa
jadi seperti ini?” dan pertanyaan ‘kenapa kenapa’ yang lainnya. Biasanya kita
disibukkan oleh pertanyaan ini ketika keinginan atau target kita tidak sesuai
yang kita harapkan. Padahal sudah jelas
Allah SWT lebih tahu yang terbaik untuk kita. Tapi kita nya yang selalu
terlambat menyadarinya atau sadar ketika di akhir.
Pernah gak sih disaat keinginan/target kita tidak sesuai
harapan, pertanyaan yang dilontarkan itu seperti ini: “apa dosa yang telah saya
perbuat hari ini sehingga Allah tidak meloloskan target saya? apa kewajiban
saya terhadap keluarga/saudara/teman/tetangga yang saya lupa memenuhinya?”.
Well, biasanya kita lebih disibukkan dengan mencari
celah-celah kesalahan. Nyari ke lobang tikus pun dijabanin sampe ketemu tuh si
biang kerok kesalahan. Astaghfirullah...-_-..sampai yang paling parah mah kalau
kita mulai suudzon ke saudara kita sendiri, padahal mah sumber kesalahan nya
ada di diri kite nya ndiri... pokoknya aku
gak mau tahu, wong aku jadi gini gara-gara si fulan/ah! Titiik! Hancur sudah
target ku gara-gara dia...(lebay -mode on- ni orang...:D)..Hoalah kasian
banget ya yang jadi saudara nya itu jadi kena cipratan yang seharusnya tidak
menciprat..#plak#..hmm..hmm..
Lalu apa sih sebenernya yang membuat kita gundah gulana
sampai-sampai guling-guling di tanah (lebay) melihat kenyataan target kita
tidak sesuai harapan? Yuk sama-sama mencari asal muasal nya kenapa target kita
bisa tidak tercapai.
Yang pertama, evaluasi
amal ibadah kita di hari itu. Bisa aja penyebabnya karena kita telat sholat
subuh, lupa tilawah, lupa alma’tsurat-an, lupa sedekah, lupa minta do’a ke ortu
(sebenarnya tanpa diminta pun ortu sudah pasti mendo’akan kita sih), lupa sikat
gigi, lupa mandi, lupa cuci piring..#loh loh koq jadi ngaco hehe..kembali ke
jalan yang lurus ==> intinya mungkin ada salah satu amalan ibadah yang
biasanya kita lakukan sehari-hari, pada saat itu terlewat begitu
saja..(pengalaman pribadi penulis..hehe)..
Yang kedua, tidak
percaya dan meyakini janji Allah. Ya
kan Allah pernah bilang tuh kalau Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk
hambaNya. Dan di alqur’an pun jelas
tercantum bahwa belum tentu apa yang kamu anggap baik itu baik juga dihadapan
Allah, dan bisa jadi apa yang kamu anggap tidak baik malah menurut Allah itu
baik. So, yakin aja laah sobat..:)
Yang ketiga, evaluasi
diri sendiri. Apa ada yang kurang dalam hal persiapan, perencanaan, atau
kurang action dalam ikhtiarnya. Ya, ya, hanya dirimu yang tahu. Jadikan kekurangan
itu sebagai bahan cambukan untuk ke depannya lebih baik, jangan sampai masuk
lobang yang sama kedua kali nya.
Yang keempat, takdir..hehe..
yang ini jelas tidak bisa kita ganggu gugat keabsahannya. Sekuat tenaga kita
mengusahakan sesuatu tapi Allah istilahnya belum merestui nya, mau dikata apa.
Ambil hikmahnya aja lah. Selama nafas ini masih berhembus, jantung masih
berdetak dan bumi masih berputar pada porosnya (halah), disitu kita masih punya
kesempatan untuk berkarya lebih baik. Yakin aja lah. Allah itu maha tahu
sekeras apa hambaNYA berikhtiar, nah jika Allah sudah berkehendak, apapun yang
sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh kita, di tanganNYA tidak ada yang
tidak mungkin. Wow, so amazing kan?
Hmm..sebenernya masih banyak penyebabnya. Tapi cari sendiri
aja ya. Mudah-mudahan bisa ketemu kalau sama pelakunya mah...*lho...(?)
Bandung, 14 Mei 2012, ditemani hujan yang mengguyur negara
gerlong..:D
