Halaman

Senin, 14 Januari 2013

[FLASH BACK] PERJALANAN BERLAYAR DI “KAPAL UKDM”

Foto Pengurus LDK UKDM UPI 2012 [sebagian]


Hari ini jadikan lebih baik dari hari kemarin, berusahalah..
Hari esok jadikan lebih baik dai hari sekarang, sesunggguhnya..
-Shaffix: Kemarin sekarang dan esok-
Sesungguhnya tak pernah ada yang saya sesali dari setiap perjalanan hidup saya. Disana pasti selalu ada pelajaran dan hikmah yang bisa saya ambil. Mengenal LDK UKDM UPI, mengenal HUMAS, mengenal para Pengurus Harian, mengenal FSLDK, mengenal seluruh pengurus di UKDM. Hal yang tak akan pernah saya lupakan dan menjadi kenang-kenangan terindah yang saya alami, dan mungkin nanti akan menjadi cerita untuk anak cucu saya kelak, mungkin saya akan bilang seperti ini “betapa bahagia tiada tara ketika ibu mengenal dakwah ini, dari UKDM ini”.
Awal mula yang tidak disangka ketika saya yang pertama kali ikut pengkaderan salah satu UKM keislaman di Universitas Pendidikan Indonesia. Namanya LDK UKDM UPI. Kepanjangan dari Lembaga Dakwah Kampus Unit Kegiatan Dakwah Mahasiswa. Yang pada saat saya masih menjadi mahasiswa baru dan bingung untuk memilih UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang akan diikuti, salah seorang teman saya mengajak untuk mengikuti acara pengkaderan UKDM ini. Awalnya saya tidak berminat dan tidak ada sedikitpun feel untuk bergabung di UKDM ini, karena pada saat itu sedang gencar-gencarnya aliran sesat di kalangan kampus dan membuat saya sedikit parno dengan kegiatan yang berbau keislaman, meskipun memang waktu SMA saya berkecimpung dalam suatu wadah yang bernama ROHIS. Tapi Allah SWT telah menakdirkan yang lain, saya diberi kesempatan untuk mengikuti awal perjalanan ini walaupun awalnya memang dengan rasa keterpaksaan. Mungkin ini bisa dibilang sebagai batu loncatan pertama saya di dakwah kampus. Dan waktupun berjalan, karena setelah beberapa bulan pasca pengkaderan itu saya masih belum merasakan feel itu, dan merasa belum bisa menjadi bagian dari anggota UKDM saya sempat berpikir untuk mundur saja, tapi Allah berkehendak lain. Saya masih dirangkul oleh teteh-teteh dan teman-teman yang luarbiasa menyemangati untuk tetap bertahan. Sedikit demi sedikit saya mulai merasa ada kenyamanan dan ingin mencoba untuk meneruskan aktif di wajihah ini.
Setiap acara dan kajian yang diadakan saya coba ikuti. Tapi di tengah perjalanan, justru teman saya yang pertama semangat mengajak ke UKDM malah mundur tiba-tiba. Pada saat itu saya sempat merasa sendirian, karena biasanya saya bareng dengan teman saya itu jika datang ke acara-acara UKDM. Lagi-lagi tangan Allah SWT mengatur segalanya, rupanya IA masih tetap menginginkan saya bertahan di UKDM ini walaupun sempat merasa sendiri. Saya mencoba menghibur diri sendiri ketika perasaan sendirian itu hinggap dengan mencoba bergabung dengan yang lainnya. Dengan susah payah, saya mencoba untuk ‘membetahkan’ diri disini. Karena hakikatnya ketika bergabung dengan teteh-teteh dan teman-teman yang ruhiyahnya luarbiasa serasa ada embun pagi yang menyejukkan hati ini dan merasa terus ingin memperbaiki diri. Perasaan itu tidak saya dapatkan ditempat lain. Mulailah saya merasa bahwa UKDM adalah rumah kedua saya.
Tibalah saatnya saya ikut bergabung di kepengurusan UKDM tahun 2010. Pada saat itu saya bingung mau berkarya di departemen mana. Awalnya saya terpikir untuk meneruskan perjuangan saya sewaktu di Rohis SMA sebagai ketua keputrian yang merasa belum maksimal dengan masuk di departemen kemuslimahan, akan tetapi saya berpikir ingin mencari potensi saya di bidang yang lain. Dan terpikirlah untuk memilih departemen HUMAS. Entah kenapa nama itu yang akhirnya menjadi pilihan saya, karena di awal saya pikir bahwa pekerjaan dari departemen ini menjalin hubungan dengan orang lain dan keluar, dan pada saat itu saya memang ingin belajar bersosial lebih baik maka departemen ini menurut saya pilihan yang cukup tepat. Bismillah, akhirnya saya memantapkan hati memilih departemen HUMAS yang pada saat itu dipimpin oleh seorang ikhwan kakak tingkat yang satu jurusan dengan saya. Pada awalnya departemen ini berjalan cukup optimal, namun di tengah perjalanan entah kenapa ketua departemen kami menghilang begitu saja. Dan kami pun seperti anak yang kehilangan induknya. Tapi justru keadaan itulah yang membuat kami “Laskar HUMAS” (begitulah sebutannya) menjadi semakin kompak dan ukhuwah pun semakin erat untuk menunjukkan bahwa kami adalah orang-orang kuat. Dan ada seorang kakak akhwat yang selalu menjadi tempat mencurahkan segala keluh kesah kami. Dan melalui kakak itu saya mulai mengenal FSLDK. Pengalaman tahun pertama sebagai pengurus yang cukup berkesan untuk saya. Satu pelajaran yang saya dapatkan dari sini adalah ukhuwah mampu menyelesaikan segala kondisi sekalipun itu hal terburuk.
Tahun kedua kepengurusan yang sempat membuat saya goyah akan melanjutkan di departemen HUMAS atau pindah ke departemen yang lain. Lagi-lagi Allah SWT menguji saya lewat teman-teman seperjuangan di departemen HUMAS yang tidak lanjut di kepengurusan UKDM 2011. Allah SWT menguji saya berpisah dengan teman-teman yang memilih berkarya di tempat lain. MasyaAllah, betapa sedihnya saya saat itu saat mengetahui kenyataan, di saat saya sedang merasakan indahnya ukhuwah di departemen ini dan di UKDM tentunya. Tapi rupanya Allah SWT menakdirkan saya untuk tetap bertahan di departemen ini, untuk meneruskan perjuangan di sini. Memperbaiki yang kurang di kepengurusan tahun lalu. Allah SWT menakdirkan saya untuk menjadi seorang Kabid Jaringan, yang saya pikir saat itu saya belum pantas karena masih ada kakak tingkat yang lebih berkafa’ah. Tapi lewat jalan inilah saya dituntut mulai berpikir lebih jauh ke depan memikirkan bagaimana caranya saya bisa menjadi salah satu orang yang bisa berkontribusi di jalan dakwah ini. Dan amanah itu pun saya terima dengan penuh rasa pengharapan kepada Allah agar bisa menguatkan pundak ini. Di tahun kedua ini saya harus membimbing adik tingkat yang baru masuk kepengurusan dan tentunya harus menjadi teladan untuk mereka. Tekad saya adalah membuat UKDM khususnya departemen HUMAS dan lebih khususnya bidang jaringan menjadi rumah yang nyaman bagi mereka. Saya harus bisa bertindak sebagai kakak dan sahabat mereka sekaligus. Saya tidak ingin mereka mengalami hal seperti yang saya alami ketika harus ditinggalkan teman-teman seperjuangan saya. Saya pun harus berpikir keras untuk bisa membagi fokus saya di BEM jurusan juga yang pada saat yang sama pun saya diamanahkan menjadi sekretaris departemen. Perjuangan dakwah di tahun kedua di UKDM ini saya rasa lebih berat dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena saya dituntut untuk bisa tawazun dengan amanah saya di UKDM maupun BEM jurusan dan juga sebagai staf sekum di program tutorial.
Tahun ketiga kepengurusan, selalu saja ada hal yang membuat saya berpikir ulang untuk melanjutkan perjuangan atau tidak di UKDM ini. Kali ini bukan menyangkut dengan mundurnya kader, justru adik-adik yang pada periode sebelumnya terjun di kepengurusan UKDM, pada periode kepengurusan tahun 2012 alhamdulillah sebagian besar melanjutkan. Tapi permasalahan kali ini menyangkut akademik saya yang saya rasa terus menurun. Memang saya tidak bisa menyalahkan seutuhnya pada kegiatan organisasi yang cukup menyita waktu dan tenaga. Mungkin dari diri saya sendiri yang belum bisa menerapkan konsep tawazun yang harusnya ada pada seorang kader dakwah. Ya, saya akui itulah salah satu kekurangan saya. Dan sempat terpikir untuk mundur saja dari UKDM dan fokus di perkuliahan, toh masuk ke UPI ini pada awalnya juga untuk menjalankan amanah dari orang tua yakni kuliah. Tapi rupanya saya terlalu picik jika berpikiran sempit seperti itu, saya melihat kader dakwah lain yang bisa tawazun di kuliah maupun organisasi, buktinya bisa berprestasi di keduanya tanpa meninggalkan salah satunya bahkan bisa menjadi mahasiswa berprestasi tingkat universitas dan berprestasi juga di skala nasional. Dari sanalah saya berkaca, orang lain saja bisa kenapa saya tidak! Dan ada orang-orang di belakang saya yang terus memberikan support dan penguatan, merekalah keluarga, murabbi, saudara-saudara seperjuangan, adik-adik dan yang lainnya. Saya pun teringat janji Allah SWT dalam ayat-ayat cintaNYA surat Muhammad ayat 7 yang artinya: “Jika engkau menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. Ayat cinta yang menjadi penyejuk di kala kegundahan itu melanda. Saya yakin dengan membela agama Allah SWT di jalan dakwah ini salah satu bentuk untuk mendapatkan pertolongan Allah SWT. Dan tawaran dari Ketua Umum LDK UKDM 2012 kepada saya untuk bersama-sama berjuang dijalanNYA menjadi Ketua Departemen HUMAS LDK UKDM 2012 saya terima dengan tetap mengharap ridho Allah SWT dan hanya berharap mempunyai pundak yang kuat untuk menanggung segala amanah ini. Karena sesungguhnya amanah ini datangnya dari Allah SWT, maka saya hanya mengahrap pertolongan dariNYA saja. Sungguh Allah SWT itu maha benar, untuk menaikkan derajat seorang hambaNYA maka ia pun menaikkan tingkat ujiannya. Tugas  seorang pemimpin departemen untuk memberikan pengarahan, bimbingan, dan penguatan untuk adik-adik dan rekan-rekan saya di departemen HUMAS pada awalnya membuat saya ragu apakah bisa melaksanakan kewajiban itu. Tapi, lagi-lagi Allah SWT mengirimkan orang-orang luar biasa di departemen HUMAS yang membuat saya bisa bertahan disini, merekalah HUMAS Family yang saya sayangi mereka karena Allah SWT. Juga saudara-saudara di Pengurus Harian yang senantiasa saling menyemangati untuk menjalankan segala amanah di departemen masing-masing dengan maksimal. Mereka anugerah yang Allah SWT kirimkan untuk saya. Tidak cukup sampai disana, Allah SWT menguji saya dengan memberikan amanah sebagai koordinator BPDa (badan pekerja puskomda) yang berada di ranah FSLDK. Yang saya pikir kapasitas saya sebagai seorang akhwat yang mempunyai keterbatasan gerak dibandingkan ikhwan cukup tidak mendukung, tapi itulah hasil terbaik syuro yang harus saya jalankan. Lagi-lagi saya dimudahkan oleh Allah SWT untuk menjalankan amanah ini dengan berbagai caraNYA. Orang-orang luarbiasa Allah SWT kembali kirimkan untuk menemani, dan amanah sebagai BPDa pun kami jalankan dengan semaksimal mungkin dan pada akhirnya mengantarkan LDK UKDM UPI menjadi PUSKOMDA Bandung Raya 2013-2014. Amanah baru dan sejarah pertama bagi LDK UKDM menjadi PUSKOMDA Bandung Raya. Kami yakin, Allah SWT mempunyai rencana di balik semua ini. Tidak ada yang kebetulan. Allah SWT tahu yang terbaik untuk keberjalanan dakwah khususnya di kampus UPI umumnya di Bandung Raya. Amanah itu bukan sesuatu yang pantas di minta, akan tetapi jika amanah datang menghampiri tidak ada kata untuk menghindar dan mengabaikannya.
Allah SWT pun rupanya masih ingin “menjaga” saya dengan mengamanahkan koordinator jaringan muslimah Bandung Raya 2013 di pundak saya. Dan lagi-lagi do’a yang bisa saya panjatkan padaNYA adalah semoga saya diberikan pundak yang kuat untuk menanggung amanah ini dan dapat menjalankannya semaksimal mungkin. Dan saya berharap bisa menjadi salah satu orang yang menorehkan tinta emas di sejarah baru LDK UKDM ini. Semua ini semata-mata untuk Allah, untuk Islam, untuk dakwah yang kucinta...Lillah..:’)
Bandung, 14 Januari 2013

Wilujeng Sumping..^^

Ahlan Wasahlan..Wilujeng Sumping..Selamat datang..Welcome..Annyeong haseo..Hajimemashite..
(apapun bahasanya)..
di Blog saya, seorang muslimah yang senantiasa ingin selalu mengambil hikmah dari setiap kejadian. Baik itu hikmah yang ada di langit maupun di bumi..
Dan sebagai manusia saya merasa mempunyai tugas untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran.

Yang baik dari blog ini silahkan di ambil, yang kurang baiknya abaikan saja.
#jangan lupa kalau dijadikan sebagai referensi, cantumkan juga sumbernya ya saudara/i ku..:)
Hope all of you enjoy my blog..\^^/