![]() |
| Foto Pengurus LDK UKDM UPI 2012 [sebagian] |
Hari ini jadikan lebih baik dari
hari kemarin, berusahalah..
Hari esok jadikan lebih baik dai
hari sekarang, sesunggguhnya..
-Shaffix: Kemarin sekarang dan
esok-
Sesungguhnya tak pernah ada yang saya
sesali dari setiap perjalanan hidup saya. Disana pasti selalu ada pelajaran dan
hikmah yang bisa saya ambil. Mengenal LDK UKDM UPI, mengenal HUMAS, mengenal
para Pengurus Harian, mengenal FSLDK, mengenal seluruh pengurus di UKDM. Hal yang
tak akan pernah saya lupakan dan menjadi kenang-kenangan terindah yang saya
alami, dan mungkin nanti akan menjadi cerita untuk anak cucu saya kelak, mungkin
saya akan bilang seperti ini “betapa bahagia tiada tara ketika ibu mengenal
dakwah ini, dari UKDM ini”.
Awal mula yang tidak disangka ketika
saya yang pertama kali ikut pengkaderan salah satu UKM keislaman di Universitas
Pendidikan Indonesia. Namanya LDK UKDM UPI. Kepanjangan dari Lembaga Dakwah
Kampus Unit Kegiatan Dakwah Mahasiswa. Yang pada saat saya masih menjadi
mahasiswa baru dan bingung untuk memilih UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang
akan diikuti, salah seorang teman saya mengajak untuk mengikuti acara
pengkaderan UKDM ini. Awalnya saya tidak berminat dan tidak ada sedikitpun feel untuk bergabung di UKDM ini, karena
pada saat itu sedang gencar-gencarnya aliran sesat di kalangan kampus dan
membuat saya sedikit parno dengan kegiatan yang berbau keislaman, meskipun
memang waktu SMA saya berkecimpung dalam suatu wadah yang bernama ROHIS. Tapi
Allah SWT telah menakdirkan yang lain, saya diberi kesempatan untuk mengikuti
awal perjalanan ini walaupun awalnya memang dengan rasa keterpaksaan. Mungkin
ini bisa dibilang sebagai batu loncatan pertama saya di dakwah kampus. Dan
waktupun berjalan, karena setelah beberapa bulan pasca pengkaderan itu saya
masih belum merasakan feel itu, dan
merasa belum bisa menjadi bagian dari anggota UKDM saya sempat berpikir untuk
mundur saja, tapi Allah berkehendak lain. Saya masih dirangkul oleh teteh-teteh
dan teman-teman yang luarbiasa menyemangati untuk tetap bertahan. Sedikit demi
sedikit saya mulai merasa ada kenyamanan dan ingin mencoba untuk meneruskan
aktif di wajihah ini.
Setiap acara dan kajian yang diadakan
saya coba ikuti. Tapi di tengah perjalanan, justru teman saya yang pertama semangat
mengajak ke UKDM malah mundur tiba-tiba. Pada saat itu saya sempat merasa
sendirian, karena biasanya saya bareng dengan teman saya itu jika datang ke
acara-acara UKDM. Lagi-lagi tangan Allah SWT mengatur segalanya, rupanya IA
masih tetap menginginkan saya bertahan di UKDM ini walaupun sempat merasa
sendiri. Saya mencoba menghibur diri sendiri ketika perasaan sendirian itu
hinggap dengan mencoba bergabung dengan yang lainnya. Dengan susah payah, saya
mencoba untuk ‘membetahkan’ diri disini. Karena hakikatnya ketika bergabung
dengan teteh-teteh dan teman-teman yang ruhiyahnya luarbiasa serasa ada embun
pagi yang menyejukkan hati ini dan merasa terus ingin memperbaiki diri.
Perasaan itu tidak saya dapatkan ditempat lain. Mulailah saya merasa bahwa UKDM
adalah rumah kedua saya.
Tibalah saatnya saya ikut bergabung di
kepengurusan UKDM tahun 2010. Pada saat itu saya bingung mau berkarya di
departemen mana. Awalnya saya terpikir untuk meneruskan perjuangan saya sewaktu
di Rohis SMA sebagai ketua keputrian yang merasa belum maksimal dengan masuk di
departemen kemuslimahan, akan tetapi saya berpikir ingin mencari potensi saya
di bidang yang lain. Dan terpikirlah untuk memilih departemen HUMAS. Entah
kenapa nama itu yang akhirnya menjadi pilihan saya, karena di awal saya pikir
bahwa pekerjaan dari departemen ini menjalin hubungan dengan orang lain dan
keluar, dan pada saat itu saya memang ingin belajar bersosial lebih baik maka
departemen ini menurut saya pilihan yang cukup tepat. Bismillah, akhirnya saya memantapkan hati memilih departemen HUMAS
yang pada saat itu dipimpin oleh seorang ikhwan kakak tingkat yang satu jurusan
dengan saya. Pada awalnya departemen ini berjalan cukup optimal, namun di
tengah perjalanan entah kenapa ketua departemen kami menghilang begitu saja.
Dan kami pun seperti anak yang kehilangan induknya. Tapi justru keadaan itulah
yang membuat kami “Laskar HUMAS” (begitulah sebutannya) menjadi semakin kompak
dan ukhuwah pun semakin erat untuk menunjukkan bahwa kami adalah orang-orang
kuat. Dan ada seorang kakak akhwat yang selalu menjadi tempat mencurahkan
segala keluh kesah kami. Dan melalui kakak itu saya mulai mengenal FSLDK. Pengalaman
tahun pertama sebagai pengurus yang cukup berkesan untuk saya. Satu pelajaran
yang saya dapatkan dari sini adalah ukhuwah mampu menyelesaikan segala kondisi
sekalipun itu hal terburuk.
Tahun kedua kepengurusan yang sempat
membuat saya goyah akan melanjutkan di departemen HUMAS atau pindah ke
departemen yang lain. Lagi-lagi Allah SWT menguji saya lewat teman-teman
seperjuangan di departemen HUMAS yang tidak lanjut di kepengurusan UKDM 2011.
Allah SWT menguji saya berpisah dengan teman-teman yang memilih berkarya di
tempat lain. MasyaAllah, betapa sedihnya saya saat itu saat mengetahui kenyataan,
di saat saya sedang merasakan indahnya ukhuwah di departemen ini dan di UKDM
tentunya. Tapi rupanya Allah SWT menakdirkan saya untuk tetap bertahan di
departemen ini, untuk meneruskan perjuangan di sini. Memperbaiki yang kurang di
kepengurusan tahun lalu. Allah SWT menakdirkan saya untuk menjadi seorang Kabid
Jaringan, yang saya pikir saat itu saya belum pantas karena masih ada kakak
tingkat yang lebih berkafa’ah. Tapi lewat jalan inilah saya dituntut mulai
berpikir lebih jauh ke depan memikirkan bagaimana caranya saya bisa menjadi
salah satu orang yang bisa berkontribusi di jalan dakwah ini. Dan amanah itu
pun saya terima dengan penuh rasa pengharapan kepada Allah agar bisa menguatkan
pundak ini. Di tahun kedua ini saya harus membimbing adik tingkat yang baru
masuk kepengurusan dan tentunya harus menjadi teladan untuk mereka. Tekad saya
adalah membuat UKDM khususnya departemen HUMAS dan lebih khususnya bidang
jaringan menjadi rumah yang nyaman bagi mereka. Saya harus bisa bertindak
sebagai kakak dan sahabat mereka sekaligus. Saya tidak ingin mereka mengalami
hal seperti yang saya alami ketika harus ditinggalkan teman-teman seperjuangan
saya. Saya pun harus berpikir keras untuk bisa membagi fokus saya di BEM
jurusan juga yang pada saat yang sama pun saya diamanahkan menjadi sekretaris
departemen. Perjuangan dakwah di tahun kedua di UKDM ini saya rasa lebih berat
dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena saya dituntut untuk bisa tawazun dengan amanah saya di UKDM
maupun BEM jurusan dan juga sebagai staf sekum di program tutorial.
Tahun ketiga kepengurusan, selalu saja
ada hal yang membuat saya berpikir ulang untuk melanjutkan perjuangan atau
tidak di UKDM ini. Kali ini bukan menyangkut dengan mundurnya kader, justru
adik-adik yang pada periode sebelumnya terjun di kepengurusan UKDM, pada
periode kepengurusan tahun 2012 alhamdulillah
sebagian besar melanjutkan. Tapi permasalahan kali ini menyangkut akademik
saya yang saya rasa terus menurun. Memang saya tidak bisa menyalahkan seutuhnya
pada kegiatan organisasi yang cukup menyita waktu dan tenaga. Mungkin dari diri
saya sendiri yang belum bisa menerapkan konsep tawazun yang harusnya ada pada seorang kader dakwah. Ya, saya akui
itulah salah satu kekurangan saya. Dan sempat terpikir untuk mundur saja dari
UKDM dan fokus di perkuliahan, toh masuk ke UPI ini pada awalnya juga untuk
menjalankan amanah dari orang tua yakni kuliah. Tapi rupanya saya terlalu picik
jika berpikiran sempit seperti itu, saya melihat kader dakwah lain yang bisa tawazun di kuliah maupun organisasi,
buktinya bisa berprestasi di keduanya tanpa meninggalkan salah satunya bahkan
bisa menjadi mahasiswa berprestasi tingkat universitas dan berprestasi juga di
skala nasional. Dari sanalah saya berkaca, orang lain saja bisa kenapa saya
tidak! Dan ada orang-orang di belakang saya yang terus memberikan support dan
penguatan, merekalah keluarga, murabbi, saudara-saudara seperjuangan, adik-adik
dan yang lainnya. Saya pun teringat janji Allah SWT dalam ayat-ayat cintaNYA surat
Muhammad ayat 7 yang artinya: “Jika
engkau menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan
kedudukanmu”. Ayat cinta yang menjadi penyejuk di kala kegundahan itu
melanda. Saya yakin dengan membela agama Allah SWT di jalan dakwah ini salah
satu bentuk untuk mendapatkan pertolongan Allah SWT. Dan tawaran dari Ketua
Umum LDK UKDM 2012 kepada saya untuk bersama-sama berjuang dijalanNYA menjadi
Ketua Departemen HUMAS LDK UKDM 2012 saya terima dengan tetap mengharap ridho
Allah SWT dan hanya berharap mempunyai pundak yang kuat untuk menanggung segala
amanah ini. Karena sesungguhnya amanah ini datangnya dari Allah SWT, maka saya
hanya mengahrap pertolongan dariNYA saja. Sungguh Allah SWT itu maha benar,
untuk menaikkan derajat seorang hambaNYA maka ia pun menaikkan tingkat
ujiannya. Tugas seorang pemimpin
departemen untuk memberikan pengarahan, bimbingan, dan penguatan untuk
adik-adik dan rekan-rekan saya di departemen HUMAS pada awalnya membuat saya
ragu apakah bisa melaksanakan kewajiban itu. Tapi, lagi-lagi Allah SWT
mengirimkan orang-orang luar biasa di departemen HUMAS yang membuat saya bisa
bertahan disini, merekalah HUMAS Family yang saya sayangi mereka karena Allah SWT. Juga saudara-saudara di Pengurus Harian yang senantiasa saling
menyemangati untuk menjalankan segala amanah di departemen masing-masing dengan
maksimal. Mereka anugerah yang Allah SWT kirimkan untuk saya. Tidak cukup
sampai disana, Allah SWT menguji saya dengan memberikan amanah sebagai
koordinator BPDa (badan pekerja puskomda) yang berada di ranah FSLDK. Yang saya
pikir kapasitas saya sebagai seorang akhwat yang mempunyai keterbatasan gerak
dibandingkan ikhwan cukup tidak mendukung, tapi itulah hasil terbaik syuro yang
harus saya jalankan. Lagi-lagi saya dimudahkan oleh Allah SWT untuk menjalankan
amanah ini dengan berbagai caraNYA. Orang-orang luarbiasa Allah SWT kembali
kirimkan untuk menemani, dan amanah sebagai BPDa pun kami jalankan dengan semaksimal
mungkin dan pada akhirnya mengantarkan LDK UKDM UPI menjadi PUSKOMDA Bandung
Raya 2013-2014. Amanah baru dan sejarah pertama bagi LDK UKDM menjadi PUSKOMDA Bandung
Raya. Kami yakin, Allah SWT mempunyai rencana di balik semua ini. Tidak ada
yang kebetulan. Allah SWT tahu yang terbaik untuk keberjalanan dakwah khususnya
di kampus UPI umumnya di Bandung Raya. Amanah itu bukan sesuatu yang pantas di
minta, akan tetapi jika amanah datang menghampiri tidak ada kata untuk
menghindar dan mengabaikannya.
Allah SWT pun rupanya masih ingin
“menjaga” saya dengan mengamanahkan koordinator jaringan muslimah Bandung Raya
2013 di pundak saya. Dan lagi-lagi do’a yang bisa saya panjatkan padaNYA adalah
semoga saya diberikan pundak yang kuat untuk menanggung amanah ini dan dapat
menjalankannya semaksimal mungkin. Dan saya berharap bisa menjadi salah satu
orang yang menorehkan tinta emas di sejarah baru LDK UKDM ini. Semua ini semata-mata
untuk Allah, untuk Islam, untuk dakwah yang kucinta...Lillah..:’)
Bandung, 14 Januari 2013

Teteh luar biasaaaa! Speechless :')
BalasHapusTeteh mah biasa aja dek. Yang luar biasa itu orang-orang di sekitar teteh termasuk anti @Nida Damia :')
Hapus