Sekarang saya sedang bingung pada diri saya sendiri (?) Maunya apa coba? -_-
Mengerjakan dua hal atau lebih dalam satu waktu biasanya bisa saya lewati. Tapi entah kenapa untuk kali ini (beberapa waktu terakhir) seakan kehilangan beberapa bagian dari semangat dan gairah yang saya punya. Jadi kurang fokus. Dan planing yang sebenarnya sudah saya rancang jauh-jauh hari harus menjadi korbannya, dan pada akhirnya jadi kacau beliaulah planing-planing saya..huks T_T
Tidak ada yang saya salahkan. Tidak!
Amanah bejubel? Target segunung? Tuntutan sana-sini?
Semua itu sebenarnya bisa saya hadapi, lalui dan lewati. (bisa koq!) >> asal manajemen waktunya bener noh! *catet is!
Tapi, ya itu dia. Saya juga heran, kenapa sekarang ini semangat saya seakan hilang separohnyah..>,<
Btw, ada yang tau separohnya lagi dimana? kalo ada yang nemu, tolong segera hubungi saya! help me ya gaiiisss.. -__-
Entahlah, sampai tulisan ini diturunkan pun saya masih mencari sepotong yang hilang itu..*jambakrambutsendiri, mulai anarkis .-.
~~continued...~~ (sepertinya)
Gerlong, 13'11'13 >> angka cantik ya ternyata, tapi tapi tak secantik semangatku kali ini..#eaa 3x
Selasa, 12 November 2013
Minggu, 27 Oktober 2013
Song of Life
![]() |
| -aish.photoscollection- |
Nah, ketika masuk SMP grup qasidah/rebana mulai tidak berjalan lagi karena masing-masing dari anggotanya melanjutkan di SMP yang berbeda dan otomatis digantikan oleh adik-adik. Rasa kangen saya pada dunia tarik suarapun muncul, ibarat peribahasa "pucuk di cinta, ulam pun tiba" pada saat itu ada perlombaan olah vokal tingkat SMP, teman-teman saya tanpa sepengetahuan saya ternyata mendaftarkan saya pada panitia. Awalnya saya sempat ogah-ogahan dan mau mengundurkan diri karena tidak begitu besar rasa percaya diri saya , tapi saya akhirnya luluh karena melihat teman-teman saya gigih berjuang sampai-sampai membeli beberapa CD karaoke untuk saya pakai latihan. Ah, mereka so sweet sekali pikir saya saat itu..:')
Dari sana saya mulai mendalami dunia tarik suara. Setelah menjuarai olah vokal tingkat SMP, dari sana guru kesenian pun mulai mengirimkan saya di beberapa ajang lomba serupa tingkat kabupaten, tapi tidak sampai menjuarainya karena sainganpun semakin berat dari teman-teman daerah lain. Selain itu, di acara-acara sekolah pun tidak jarang saya mengisi barang satu buah lagu. Genre lagu yang saya sering bawakan pada saat itu adalah pop. Referensi yang sering saya dengarkan bukan hanya pop saja. Aliran rock, jazz, dan rap pun saya suka. Beberapa penyanyi/grup yang jadi playlist favorit di komputer saya saat itu adalah Westlife, Allicia Keys, Backstreet Boys, My chemical romance, Maroon 5, dan penyanyi lainnya yang didominasi dari luar negeri. Dan penyanyi/band favorit dari dalam negeri sendiri pada saat itu adalah Rossa dan J-Rock's. Oh, kalau saya ingat-ingat lagi masa itu malu jadinya...>_<
Selepas meninggalkan bangku SMP dan memasuki dunia SMA, saya dari awal sudah meniatkan diri untuk masuk ke dalam ekskul yang akan terus mengasah hobi saya ini. Akan tetapi...
entah kenapa baru satu kali melihat ekskul itu saya jadi tidak begitu tertarik untuk mengikutiinya, salah satu yang jadi pertimbangannya yaitu latihannya yang bisa sampai malam serta pergaulan antara laki-laki dan perempuan anggota ekskul itu yang terlampau 'dekat' dan seakan tak ada jarak.
Dan saya pun lebih tertarik pada kegiatan yang diadakan oleh salah satu ekskul keagamaan, sebutlah ROHIS. Nama nya IPMA (Ikatan Pelajar Mesjid nur At-Ta'lim). Saya merasakan kesejukan tersendiri ketika berada di dalamnya, dan hobi nyanyi saya pun entah kemana saat itu. Dan genre musik yang saya senangi pun berubah haluan menjadi genre nasyid dan haraki. Bukan tanpa alasan saya menyukainya. Berawal dari ajakan kakak laki-laki saya yang mengajak untuk menyaksikan penampilan grup nya ikut Festival Nasyid di kota saya. Awalnya saya menolak, tapi demi mendukung kakak saya yang pada saat itu aktif sekali dalam grup nasyid yang di bentuk oleh pesantrennya. Dari sana saya sering mendengar lagu nasyid lewat kaset tape yang kakak saya putar selagi ia ada di rumah.
Dan mulai dari sejak itu saya senang sekali dengan yang namanya Nasyid. Sehingga saya sering menyengajakan untuk mendengarkan radio yang ada program nasyidnya, dan festival nasyid pun jadi agenda yang wajib dihadiri oleh saya dan teman-teman yang memang suka nasyid juga.
Ketika saya kelas 3 SMA, entah kenapa rasa kangen saya untuk menyanyi muncul lagi. Dan setelah me-lobby beberapa teman akhwat saya, akhirnya kami membentuk tim nasyid akhwat dadakan untuk mengisi acara perpisahan keputrian periode saya. Walaupun hanya sebentar kebersamaan tim nasyid dadakan ini, ada rasa kepuasan tersendiri.
Dan ketika masuk masa kuliah, sepertinya saya masih ditakdirkan untuk tidak jauh dari yang namanya menyanyi. Berawal dari iseng menerima ajakan teman satu kostan untuk mengikuti lomba festival nasyid akhwat tingkat universitas yang diadakan oleh Departemen Kemuslimahan LDK di kampus kami dalam memperingati hari kartini. H-2 lomba kami berdua masih mencari 2 orang personil lagi dari fakultas lain untuk membentuk grup nasyid akhwat dadakan itu, parahnya H-1 kami baru latihan benar-benar dengan serius -_-. Tapi ternyata 1 lagu nasyid berjudul "HIJRAH" dari Bestari tanpa diduga tanpa disangka membawa kami untuk memboyong juara 3, juga mengantarkan kami menjadi salah satu tim nasyid akhwat yang kerap diminta sebagai pengisi keputrian di beberapa jurusan dan fakultas di kampus kami.
![]() |
| -aish.photoscollection- |
![]() |
| Saat mengisi di salah satu acara keputrian |
Serta bisa menjadi penenang dikala gundah dan masalah yang adapun sirna seketika.. #tsaahh..
![]() |
| Tim Nasyid Polaris lengkap berlima ^_^ |
| -aish.photoscollection- |
Sabtu, 21 September 2013
Kontemplasi malam ini T_T
Mencoba untuk berkontemplasi malam ini, berapa kali saya mengecewakan orangtua? Tak terhitung sepertinya..Dan hari ini pun kembali mengecewakan keduanya..
Saya bisa merasakannya sekalipun hanya lewat percakapan singkat di telepon..
A : "Maaf ma, hari ini gak jadi pulang (lagi).."
M : "Oh, ya udah ga apa2. Selesaikan dulu saja urusannya disana. Kalau sudah tidak terlalu sibuk, sempatkan pulang ya. Mudah2an urusannya selalu dimudahkan Allah SWT."
#Jlebbb..T_T
Seperti apapun kita anaknya, yang namanya orangtua ketika jauh dari anaknya pasti ada rasa rindu yang mungkin tidak terekspresi lewat kata-kata mesra.
Mereka curahkan lewat do'a dan sujud panjangnya di setiap sholat dikala siang dan malamNYA.
Berharap yang terbaik untuk anak-anaknya.
Berharap anaknya mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari mereka sendiri..:')
Lantas apa yang sudah kita perbuat untuk mereka?
Walaupun hanya sekedar do'a, sudah rutinkah kita melakukannya minimal 5 kali dalam sehari?
~semoga Allah SWT selalu menjaga mereka, disaat penjagaan kita tak sampai..~
“Rabbighfirlii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa” :')
Love them so much ya rabb.. :*
Gerlong, 22 September 2013..
(ditengah hujan yang membasahi hati ini T_T )
Minggu, 28 April 2013
Hanya sedang rindu kekasih saya..:')
Sebenarnya bukan lelah apalagi jenuh, bukan!
Tak pernah ada maksud untuk mengesampingkan amanah itu.
Mungkin iman saya sedang compang-camping atau sedang rapuh (mungkin).
Maklum saya hambaNya yg dhoif :')
Saya hanya rindu kekasih saya.
Itu saja.
Saya hanya rindu kekasih saya.
Rindu berdua.
Rindu menangis di penghujung malam itu.
Rindu momen di saat kami bisa berdua.
Saya mengadu.
Dan Ia mendengarkan.
Kenikmatan itu sepertinya jarang saya dapatkan sekarang.
Entahlah..
Mungkin saya terlalu sibuk memikirkan yang lain.
Astaghfirullah, maafkan saya.
Sekarang butuh sekali banyak waktu berdua denganNya
Tidak memikirkan yang lain dulu.
Dan nanti kalau saya sudah sedikit bisa mengobati rasa rindu saya.
Saya akan kembali.
Ya, saya akan kembali menatap semua yang ada di hadapan saya.
Karena saya pun sadar itu sudah menjadi tanggungan saya.
Yang jika saya benar cinta pada kekasih saya, saya harus tetap menghadapi semua itu.
Dan saya pun akan semakin dicintaiNya.
Gerlong, 28 April 2013
-ditemani cerahnya langit malam ini dan basahnya hati ini-
Tak pernah ada maksud untuk mengesampingkan amanah itu.
Mungkin iman saya sedang compang-camping atau sedang rapuh (mungkin).
Maklum saya hambaNya yg dhoif :')
Saya hanya rindu kekasih saya.
Itu saja.
Saya hanya rindu kekasih saya.
Rindu berdua.
Rindu menangis di penghujung malam itu.
Rindu momen di saat kami bisa berdua.
Saya mengadu.
Dan Ia mendengarkan.
Kenikmatan itu sepertinya jarang saya dapatkan sekarang.
Entahlah..
Mungkin saya terlalu sibuk memikirkan yang lain.
Astaghfirullah, maafkan saya.
Sekarang butuh sekali banyak waktu berdua denganNya
Tidak memikirkan yang lain dulu.
Dan nanti kalau saya sudah sedikit bisa mengobati rasa rindu saya.
Saya akan kembali.
Ya, saya akan kembali menatap semua yang ada di hadapan saya.
Karena saya pun sadar itu sudah menjadi tanggungan saya.
Yang jika saya benar cinta pada kekasih saya, saya harus tetap menghadapi semua itu.
Dan saya pun akan semakin dicintaiNya.
Gerlong, 28 April 2013
-ditemani cerahnya langit malam ini dan basahnya hati ini-
Kamis, 21 Maret 2013
I Love my jamilaaa :* :*
Iseng-iseng buka diary dung-dung ku, eh nemu tulisan ini jadi ingin nge-share di blog deh ^0^.
Walaupun tulisannya geje dan ngaler ngidul, inti nya ---> perlakukan sesuatu sesuai dengan haknya,, hasyyaaahh >>
Walaupun tulisannya geje dan ngaler ngidul, inti nya ---> perlakukan sesuatu sesuai dengan haknya,, hasyyaaahh >>
- 13 Mei 2012 -
“astaghfirullah..
kenapa ini semua file yang bentuknya MS word size nya jadi 0 kb, dan gak bisa dibuka...?
#asli jadi lemes -_-'
tugaskuu..”
kenapa ini semua file yang bentuknya MS word size nya jadi 0 kb, dan gak bisa dibuka...?
#asli jadi lemes -_-'
tugaskuu..”
-status FB ku hari ini...:(
mamaaaahh...
c jamilaa kembali ‘bertingkah’, kenapa lagi kau cantik??
Ayolah kemballi bersahabat dengan ku, seperti pertama kita
kenal dulu. Masih ingat gak tanggal 31 Mei 2010 aku berkenalan denganmu?
meskipun pada saat itu kamu belum ada nama nya. Yang pasti body luarmu membuat
ku melirik untuk membelimu. Tau nggak
perasaan ku saat memilikimu? Seneng banget pastinya...sampai2 malem
pertama mu di kamarku, aku gak bisa tidur, karena ingin mengenalmu lebih jauh
dan ingin bermain dengan mu..
Dan bulan demi bulan, aku pun semakin merasakan
kebermanfaatan mu... kau selalu menemaniku dalam mengerjakan tugas,
menghilangkan stress ku dengan memainkan koleksi musik kesukaan ku, menonton
film, mengedit foto, menyelesaikan tugas dakwah, sampai menyimpan gaya2 narsis
ku...
Namanya manusia, ketika diberikan sesuatu yang baru,
awal-awalnya dijaga, dirawat sepenuh hati...
Tapi lama kelamaan mulai tumbuh rasa bosan yang akhirnya ‘sesuatu’ yang
sebelumnya sangat di idam-idamkan itu
mulai berkurang diberi perhatian. Seperti hal nya kamu ‘jamilaa’. Aku terlalu
banyak ‘mendzolimi’ mu, membiarkan mu di ‘setrum’ listrik semalaman sedangkan
aku terlupa sampai ketiduran dan melupakan mu... dan kau pun kurasa kepanasan
karena aku sering lupa pula untuk memberikanmu cooler.
Terkadang ketika musim tugas datang tanpa ampun, kau stand
by menemaniku non stop tanpa istirahat 1 jam pun selama 3 hari...
Ya Allah kalau dipikir-pikir betapa kejamnya aku ini...:(
Pertama kali kamu harus di ‘opname’ di BEC karena terjangkit
virus yang menyerangmu sampai 2 ribu an lebih, aku tidak bisa tidur semalaman
karena memikirkan nasibmu dan isi mu...
Sekarang, sepertinya kamu butuh pengobatan lagi, di saat
kantong ku sedang tidak bersahabat. Ku mohon jamilaa,,kamu baik2 saja ya...
I LOVE YOU JAMILAA...:*
-----------
itu tulisanku dulu yang lagi hilaf (heu), tapi sekarang alhamdulillah jamiila aku perlakukan dengan sebaik-baiknya, karena sadar ternyata ia telah menjadi salah satu teman dikala senang dan sedih. InsyaAllah aku tidak akan mendzolimi nya lagi. Akan ku jaga sepenuh hati. Ehehe *rada lebay*
-----------
itu tulisanku dulu yang lagi hilaf (heu), tapi sekarang alhamdulillah jamiila aku perlakukan dengan sebaik-baiknya, karena sadar ternyata ia telah menjadi salah satu teman dikala senang dan sedih. InsyaAllah aku tidak akan mendzolimi nya lagi. Akan ku jaga sepenuh hati. Ehehe *rada lebay*
![]() |
| Jamilaa yang setia menemani hari-hariku..#hasyah |
Senin, 18 Maret 2013
#Part 2 : Seorang Kakak yang mencoba menjadi sosok -KAKAK-..:’)
Lanjutan...
Yang
namanya adik kakak tidak akan terlepas dari konflik, begitupun dengan kami.
Hampir setiap hari ada saja hal yang menjadi penyebab kami bertengkar, yang
pada akhirnya terkadang diakhiri dengan tangisan dan aduan adik saya pada
mamah, dan lagi-lagi saya yang kena cipratan marah. Tapi kata-katanya sih menurut
penelitian pertengkaran antara adik kakak itu suatu hal yang biasa dan wajar,
karena itu merupakan suatu bentuk komunikasi lain dan rasa bentuk kasih sayang
yang lain. (Tsaaahh). Walaupun begitu tanpa disadari saya mulai menyayangi adik
saya yang satu-satunya ini, apalagi semenjak saya di SMA dan mulai sibuk dengan
sekolah serta organisasi yang saya ikuti di sekolah yang otomatis cukup
menguras waktu saya di luar, sehingga sering pulang sore dan waktu luang di
rumah pun saya gunakan untuk bercengkrama bersama tugas-tugas sekolah dengan
mengurung diri di kamar pada malam hari dan interaksi dengan adik saya pun
berkurang. Lama kelamaan saya mulai merindukan interaksi dengannya walaupun
dalam bentuk “pertengkaran”. Mungkin karena saya sudah sedikit dewasa pada saat
itu, saya pun mulai mengurangi sikap egois saya sebagai seorang kakak dan mulai
mencair padanya. Saya sudah tidak segan untuk bercerita tentang sekolah saya
ataupun kejadian-kejadian yang saya alami di sekolah pada adik saya itu. Karena
salah satu kelebihannya yang saya acungi jempol adalah amanahnya ia dalam
menjaga rahasia. Terbukti ia tidak pernah bocor menceritakan apa yang sampaikan
pada orang-orang di rumah sekalipun. Dan itu yang membuat saya nyaman bercerita
kepadanya walaupun pada saat itu ia masih kelas 5/6 SD dan mungkin ada beberapa
hal yang ia tidak mengerti, yang penting saya cukup puas meceritakan keluh
kesah, ia selalu siap kuping untuk
menjadi pendengar setia. Ternyata ia memang adik yang baik. Dan kami pun mulai
akur, malah setiap ada yang tiba ulang tahunnya tak segan-segan saling memberikan
kado, sampai sekarang pun kebiasaan itu masih terjaga, sehingga ketika ada
salah satu yang terlambat memberikan kado nya siap-siap saja ada yang terus
menagih nantinya. Hehe.
Ada
beberapa hal lain yang membuat saya semakin sayang padanya. Ia anak yang rajin
membantu mamah tanpa harus di suruh, ia salah satu cucu kesayangan nenek dan
alm.kakek karena tangannya yang sering memberikan pijitan terbaik ketika nenek
dan kakek dalam keadaan lelah. Dan harus saya akui dia anak yang cantik dan manis
:). Walaupun secara garis wajah dia paling beda sendiri dari ketiga kakaknya,
bentuk wajah yang gak ada mirip-miripnya dengan mamah bapak maupun
kakak-kakaknya. Hehe. Kadang-kadang kami sebagai kakak usil mencandainya dengan
menyebutnya dia bukan anak mamah bapak karena tidak mirip dengan siapa-siapa,
tentunya kami tertawa-tawa dan berhasil mem-bully
dan membuat dia memanyun-manyunkan bibirnya beberapa centi ke depan. Haha. Adik
bungsu kami ini memang lucu sekali.
Hingga
tibalah saatnya saya meninggalkan rumah untuk menimba ilmu di Bandung di
Universitas Pendidika Indonesia pada tahun 2009 dan bertepatan dengan ia masuk
SMP. Ternyata ia lebih memilih untuk melanjutkan sekolah menengahnya di
Madrasah Tsanawiyah (MTs) swasta di dekat rumah, tidak mengikuti jejak saya
yang sekolah di SMP negeri. Ya itu lah pilihannya sendiri, insyaAllah yang
terbaik. Dan hari-hari pun saya lalui jauh dari keluarga dan tentunya jauh juga
dari adik saya. Entah kenapa semenjak saya masuk kuliah, rasa sayang saya
terhadapnya semakin bertambah dan bertambah, tidak lagi tersisa rasa benci atau
pun tidak suka sedikitpun padanya. Saya sadar saya punya adik manis yang harus
saya arahkan, karena saya mulai menyadari tugas saya sebagai kakak yang harus
memberikan suri tauladan yang baik padanya. Dan disinipun saya seolah-olah
menjadi seorang adik yang diperlakukan istimewa oleh kakak-kakak di kostan
maupun di kampus. Dari sana saya bertekad untuk menjadi kakak yang baik juga
untuk adik saya di rumah. Dia menjadi salah satu yang saya kangeni ketika
datang ke rumah, dan saya pun tak canggung bercerita mengenai kehidupan saya di
kampus padanya, dan ia dengan setia seperti dulu mendengarkan saya bercerita.
Kali ini pun saya tidak ingin kalah, walaupun ia sedikit pendiam tapi saya
mencoba menanyakan keadaannya di sekolah. Alhamdulillah ia pun sedikit
banyaknya mulai bercerita mulai dari sekolah, organisasi sampai hal pribadi
semisal ada pria yang mulai memberikan perhatian lebih padanya. Hey pria, jangan
ganggu dan jangan membuat adikku kesal ya!!
Sepertinya
ia pun mulai nyaman denganku dan mulai mengikuti apa yang saya pakai dan sukai. Biasanya naluri seorang adik memang begitu, melihat kakaknya dan mencoba jadi follower nya. (Ge-eR) hehe. Tapi serius, salah satu nya bisa dilihat dari mulai
perubahannya berbusana yang ingin menyamakan dengan apa yang saya pakai dan
menyukai apa yang saya suka (contoh warna dll). Ia yang kala itu masih SMP
harus mulai merayu mamah untuk membelikannya rok, gamis dan khimar (kerudung) yang
bisa dibilang cukup panjang di kalangannya karena melihat kakaknya yang sudah
melakukannya. Mamah yang kala itu masih menganggap adik ku itu masih kecil
kurang setuju kalau sudah harus mengenakan rok dan gamis, karena pikir beliau
kurang modis untuk anak seusianya dan saya pun kena cipratan mamah karena
menyalahkan saya sebagai biang keladinya, “Tuh,
gara-gara teteh, jadinya adek ikut-ikutan pakai rok. Kurang modis untuk seusia
dia.”. Saya hanya bisa senyum dan mesem-mesem dan mencoba meyakinkan mamah
bahwa adik tetap cantik dengan berbusana seperti itu. Dan alhamdulillah lama
kelamaan mamah pun mengerti dan malah sekarang sering menyuruh kami membeli
pakaian yang samaan ketika lebaran tiba. Rupanya mamah pun tidak mau kalah
dengan anak-anaknya, beliau juga mulai memperbanyak koleksi gamis dan roknya.
“Virus” akhirnya berhasil saya sebarkan di rumah, bahkan nenekpun terkena.
Sampai-sampai setiap saya memakai khimar panjang yang baru setiap pulang ke
rumah, nenek tak mau kalah ingin mempunyai yang serupa dengan warna yang
berbeda. Ah, bahagianya hidup ini ketika bisa
menyebarkan kebaikan di rumah sendiri.
![]() |
| Ini salah satu baju kami yang sengaja disamakan ^_^ |
Dan
adik saya pun makin mantap dengan apa yang dikenakannya, walaupun terkadang
masih suka komentar bahwa khimar saya kepanjangan. Hehe. Tapi saya mencoba
meyakinkan bahwa saya nyaman dan berharap ia pun bisa memanjangkan khimarnya
sedikit demi sedikit, kembali ia hanya tersenyum. Tapi saya yakin ada keinginan
besar di matanya dan waktu yang akan menjawab.
![]() |
| kompak...^_^ |
Ada
beberapa kekurangan adik saya yang sebenarnya masih bisa diperbaiki.
Diantaranya ia kurang terbuka terhadap permasalahan yang ia punya, terkadang
dipendam sendiri. Memang sih tidak semua masalah harus diceritakan kepada orang
lain, akan tetapi memang ada saatnya ia harus menceritakan sedikit
permasalahannya kepada keluarga ataupun kakak sendiri. Kemudian ia juga kurang
percaya terhadap dirinya sendiri dan cenderung minder, padahal banyak kelebihan yang bisa ia eksplor
untuk menjadi lebih baik. Terlalu fokus terhadap kekurangan diri terkadang juga
tidak bagus dik.
Ah,
apapun kekurangannya yang pasti semakin hari saya semakin sayang dan cinta pada
adik saya. Beruntung dianugerahi adik sepertinya. Saya ingin menjadi sosok
“kakak” yang sebenarnya. Ingin yang terbaik untuknya. Saya ingin ia lebih baik
dari kakaknya dari segi apapun. Segala kelebihan kakaknya bisa ia ambil dan
segala kekurangan kakaknya bisa ia jadikan pelajaran agar ia tak mengulang
kesalahan yang sama.
Dengan
penuh kesadaran, saya ingin mengucapkan sesuatu kepada adik saya, “Uhibbuki
fillah.. Teteh sayang cici karena Allah :’) ”
Gerlong, 19
Maret 2013 dinihari jam 01:25
#Part 1 : Seorang Kakak yang mencoba menjadi sosok -KAKAK-..:’)
Kehendak
Allah SWT untuk menganugerahi saya seorang adik yang sebenarnya (dulu) kehadirannya
tidak saya kehendaki (heu :D), pasalnya ketika saya pada saat itu berusia
kurang lebih menuju 6 tahun mempunyai ambisi ingin menjadi bungsu di keluarga
ini..hehe. Ya, namanya masih kecil lah ya, sampai-sampai ketika tiba mamah
melahirkan adik saya yang satu ini pada tanggal 03 Januari 1997, saya hanya
menangis di sudut rumah dan enggan melihat sosok adik bayi yang kata
orang-orang lucu, *apanya yang lucu coba, yang ada kalau ada bayi itu rumah jadi
berisik karena tangisannya.-_-‘ (pikir saya saat itu). Saya begitu kesal
melihat keluarga dan orang-orang yang datang memperlihatkan mimik muka dan
ekspresi yang bahagia menyambut kedatangan mamah dari rumah sakit menggendong
bayi itu. Seolah mereka tidak merasakan penderitaan dan kegundahan saya saat
itu (halah). Mamah pun menghampiri saya yang masih sesenggukan di sudut rumah
dan mencoba untuk memperkenalkan bayi yang baru saja dilahirkannya.
“Is, ini adik baru ais.
Di cium atuh.” Mamah tersenyum sambil memegang
kepalaku.
Huueek,
boro-boro ingin nyium deh. Melihat wajahnya saja gak mau.
Dan
saya hanya geleng-geleng kepala dan memalingkan muka sambil terus berderaian
air mata.
Terbayang
lah sudah dalam benak seorang saya yang masih ‘lugu’ kala itu, kalau pehatian
mamah dan keluarga yang lainnya pada saya bakalan berkurang. Hari-hari pun akan
serasa berat untuk saya kala itu. Apalagi kehadirannya yang tidak saya harapkan.
Dan ketika dia mulai tumbuh menjadi
balita, semakin bertambah rasa ketidaksukaan saya padanya. Pasalnya ketika saya
ingin pergi main ke rumah teman sebaya, dia selalu ‘nguntil’ dari belakang dan
mengikuti saya sampai rumah teman. Dan saya pun marah pada saat itu karena
tidak suka diikuti olehnya, alhasil dia menangis dan mulai mengadu pada mamah.
Huh, dasar cengeng. Dan saya pun kena cipratan marahnya mamah..
“Teteh kenapa sih gak
mau ngajak main adik nya? Da gak minta di gendong ini. Lagipula tuh lihat
temen-temen sebaya teteh mah main teh sama adiknya di rumah.”
Saya
hanya bisa tertunduk dan semakin bertambah ketidaksukaan pada adik saya itu.
Gara-gara dia saya jadi sering kena marah. Murka saya pada saat itu.
“Teh, da gak akan malu
atuh bawa main adik se- lucu ini.”
Haaah,
what’s?? Lucu?? Di mataku sosoknya tidak lebih dari sosok adik menyebalkan yang
selalu ingin ikut kakaknya kemanapun pergi. Fyuuhh.
Tapi
ada satu kejadian lucu yang kalau diingat suka senyum dan malu sendiri. Jadi
waktu itu saya kelas 2 atau kelas 3 SD gitu ya (lupa), ketika bulan ramadhan
tiba saat itu saya sudah mulai belajar ikut berpuasa dan memang sudah
dibiasakan oleh orangtua sejak saya masuk SD. Dan di suatu siang yang bolong,
datanglah tamu berkunjung ke rumah dengan membawa buah tangan yang tak lain
untuk dimakan ketika buka puasa nanti. Saya yang tidak kuat menahan godaan
melihat makanan yang sangat menggiurkan tersebut (padahal kue biasa sih),
mempunyai akal licik pada saat itu untuk memanfaatkan adik saya yang masih kecil
dan belum berpuasa untuk melancarkan aksi bulus itu (astaghfirullah..-_-).
Karena adik saya terbilang cukup takut pada saya karena masih galak padanya
saat itu jadi mudah untuk menyuruhnya. Ia pun dengan sukarela menuruti apa yang
saya katakan padanya untuk mengambil makanan itu dan memberikan sebagiannya
pada saya dengan catatan dia harus tetap tutup mulut. Dan saya pun dengan
entengnya dan tanpa beban memakan kue tersebut dengan lahap di tempat yang saya
kira sudah aman. Dan tahu apa yang terjadi berikutnya? Kakak perempuan saya
ternyata memperhatikan saya dari sejak lama, dan ketika mata kami saling
bertemu, saya kaget bukan main, saat itu dunia serasa runtuh, maluuuu sekali
seakan-akan saya sudah berbuat dosa sebesar gunung. Saya pun mencoba merayu kakak
untuk tidak mengadu kepada mamah dengan merengek. Ia hanya tersenyum sinis dan
bisa saya tebak, ia melaporkan kelakuan saya kala itu kepada mamah. Bukannya
marah, mamah hanya tertawa mendengar penjelasan dari kakak, dan alhasil
kelakuan bodoh saya kala itu menjadi obrolan hangat dan selalu diceritakan
kepada kerabat/keluarga yang datang ke rumah membuat saya malu setengah mati. Saat
itu saya tidak suka dengan kakak perempuan saya yang satu itu.
Waktu
terus berlalu, tibalah saat dimana adikku ini masuk sekolah dasar. Kala itu
ketidaksukaan ku padanya mulai berkurang walaupun masih menyisakan sedikit
rasa. Saya masih bersyukur pada waktu dia masuk SD bertepatan dengan saya masuk
SMP. Jadi aman pikirku saat itu tidak perlu repot-repot jagain adik dan tidak
harus bareng berangkat ke sekolah nya karena memang kami berbeda jurusan (haha,
jahatnya). Ada suatu kejadian menyebalkan yang saya ingat ketika dia sudah
masuk SD adalah ketika saya sudah berbaik hati ingin membantunya dalam belajar
dan mengerjakan tugas rumahnya karena ia terlihat sudah berputus asa dalam
mengerjakannya, sampai ia pun menangis karena tidak bisa mengerjakan tugas
rumahnya itu, dan saya pun dengan sadar diri (sebenarnya rada dipaksa sama
nenek dan mamah) ingin membantunya, tapi ia sambil tetap menangis dan dengan
sombongnya berkata: “Gak mau dibantuin,
teteh mah da gak akan bisa!!”. Haah, ni anak pengen dijitak apa ya. Murka
saya pada saat itu. Gue udah SMP, nah elu? Masih SD juga udah belagu (kesal
tingkat kabupaten). Akhirnya saya tinggalkan ia sendiri di ruangannya dengan
hati yang gondok. Fyuuh.
******* To be continued *******
******* To be continued *******
Oia, di bawah ini kira-kira beginilah ekspresi kami saat sedang tidak akur. (aslinya lebih seram dari ini sepertinya. haha :D )
![]() |
| -aish.photoscollection- |
Ka-Ka-eN, apaan tuuuh?
Ka-Ka-eN
yang di maksud disini bukan Korupsi, Kolusi, Nepotisme yaa. Tapi Kuliah, Kerja,
Nyata. Ini merupakan salah satu mata kuliah wajib mahasiswa S1 di UPI baik itu
untuk mahasiswa pendidikan maupun non-pendidikan (murni). Istilah ini bisa
berbeda di setiap kampus, ada yang namanya kerja lapangan, KKM (Kuliah Kerja
Mahasiswa), pengabdian dsb. Ya inti nya mah kuliah di lapangan atau di
lingkungan masyarakat lah. Semacam pengabdian pada masyarakat kayak gitu
pokoknya. Kalau di UPI sendiri biasanya KKN ini
di kontrak pada semester 6, pelaksanaannya di akhir semester 6 kurang
lebih selama 40 hari kami diwajibkan untuk mengabdi di suatu daerah. Daerahnya
sendiri ada list-nya dari pihak universitas nya. Pada tahun ini (2012) daerah
yang dijadikan target program KKN ini kurang lebih ada 6 daerah tersebar di
daerah jawa barat. Daerah tersebut diantaranya kota Bandung, kabupaten Bandung,
Garut, Subang, Purwakarta, Indramayu. Program yang ditawarkan pun beragam, kurang
lebih ada sekitar 7 jenis program. Nah, untuk programnya sendiri disesuaikan
dengan kebutuhan daerah masing-masing. Jenis dari programnya itu sendiri
diantaranya ada POSDAYA (Pos Pemberdayaan Keluarga), MBS (Manajemen Berbasis
Sekolah), LH (Lingkungan Hidup), Kearifan Budaya Lokal (KBL), PAUD, KF (Keaksaraan
Fungsional) dan juga Wajar Dikdas (Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun). Untuk ke enam program tersebut tentu ada kekurangan dan kelebihan
masing-masing, tapi menurut hasil survey, program yang paling difavoritkan oleh
mahasiswa UPI adalah POSDAYA. Banyak faktor yang menyebabkan kenapa program
POSDAYA ini di favorit-i oleh mahasiswa/i. Yang pasti apapun programnya, kami
punya misi tersendiri untuk menyukseskan program-program tersebut yang notabene
merupakan amanah dari universitas dan jangan mentang-mentang tidak di awasi 24 jam oleh
universitas kami dengan begitu entengnya bermain-main dengan program ini karena
yang jadi taruhannya adalah nama almamater kami sendiri, ya secara otomatis
kami harus membawa nama baik universitas di lingkungan masyarakat tempat kami
nanti KKN. Ya, kalau di bilang cukup berat juga, tapi jika dijalankannya dengan
enjoy dan tentunya profesionalitas yang cukup tinggi serta didukung oleh
kesolidan kelompok insyaAllah akan berjalan mudah dan lancar.
Nah,
berbicara masalah kelompok, sebenarnya bisa dibilang seperti membeli kucing
dalam karung, karena biasanya kami tidak tahu akan satu kelompok dengan siapa.
Wong satu kelompok itu harus terdiri dari berbagai macam jurusan di UPI dari
tiap fakultas yang berbeda dan tentunya mempunyai tabiat dan watak yang
berbeda-beda pula. Masalah kelompok ini salah satu masalah yang cukup membuat
sebagian mahasiswa menjadi galau,
karena setiap orang pasti ingin satu kelompok dengan orang yang nantinya bisa
enak di ajak kerjasama. Bayangin sendiri lah ya, kami harus hidup bersama
dengan orang yang belum kami kenal sebelumnya. Ya tentunya setiap orang itu
berbeda, nah tugas pertama kami sebenarnya adalah bagaimana kami bisa mengemas
perbedaan-perbedaan itu menjadi sebuah kekuatan untuk mencapai visi dan misi
bersama (ceileee..:D).
Yang
harus dipersiapkan untuk KKN ini ruhiyah, mental, dan juga fisik. Pertama Ruhiyah, jelas ini yang utama karena
sesuai fakta di lapangan kita bakal menemui sesuatu yang mungkin bakal di luar
dugaan, seperti salah satunya bakal menemui orang yang di KTP nya Islam tapi
pada kenyataannya tidak pernah terlihat sholat dan ibadah-ibadah wajib yang
lainnya. Nah, sebagai muslim yang baik ketika melihat hal seperti itu tentu
kewajiban kita sebagai sesama saudara muslim untuk mengingatkan, untuk hasilnya
serahkan saja pada Allah, kita hanya bertugas untuk mengingatkan saja. Dan
jangan salah jika lingkungan kita mayoritas seperti itu, bisa jadi malah kita
yang terbawa mereka. Naudzubillah ya. Nah, itulah pentingnya menjaga ruhiyah sebelum
dan saat KKN. Salah satu godaan ketika di KKN itu adalah ketika kita berkumpul
dengan teman-teman KKN (baik itu membicarakan program ataupun ngobrol-ngobrol
ringan) dan kemudian terdengar suara
adzan, disanalah kita diuji apakah kita akan bersegera untuk melaksanakan
sholat atau terbawa mereka yang biasa melalaikan sholat. Ya sebisa mungkin kita
‘cut’ dulu untuk bersegera melaksanakan shalat serta mengajak yang lainnya
untuk shalat juga. Pada awalnya memang akan terasa canggung tapi jika kita
mencoba mengajak mereka dengan bahasa-bahasa yang tentunya bisa mereka terima
insyaAllah tidak akan terlalu sulit, hanya saja kita harus tetap bersabar dan
istiqamah dalam mengingatkan kebaikan.
Yang
kedua, Mental. Tentu saja mental yang
kuat harus kita milliki, karena di lapangan nanti kita bakal menemui berbagai
macam karakter. Ada yang tenang, pemarah, cuek, tidak mau ambil pusing,
bijaksana, keras kepala, sampai perfeksionis juga ada. Nah, biasanya konflik
itu timbul dari mulai hal-hal terkecil sampai yang terbesar. Contohnya bagi
orang yang tipenya itu teratur, segala sesuatunya itu harus jelas dan
terperinci, nah berbeda dengan orang yang bebas, mereka cenderung tidak biasa
dengan keteraturan karena biasanya hidup mereka ‘let it flow’ biarkan mengalir
apa adanya. Kedua tipe ini jika disatukan akan menimbulkan suatu konflik jika
tidak bisa ditanggulangi. Disanalah tugas kita untuk menanggulangi
perbedaan-perbedaan tersebut.
Yang
ketiga, Fisik. Jelas ini merupakan
hal yang tidak boleh dilupakan juga karena biasanya KKN ini banyak sekali
program-program yang ditujukan untuk masyarakat di lingkungan sekitar. Dan
dengan padatnya pelaksanaan program-program itu dituntut untuk mempunyai
stamina yang oke serta fisik yang kuat. Karena kalau fisik kita lemah, alhasil
akan terbengkalai program-program yang telah disusun sedemikian rupa dan
jadinya malah menyusahkan teman-teman satu kelompoknya.
Intinya
buat KKN menjadi salah satu ladang kita untuk beramal ibadah dan mendewasakan
diri. Jangan dijadikan beban. Jadilah orang yang bermanfaat di sana. Ambil bagianmuu..!!! J
Jalan Cinta Para Pejuang
"Di
jalan cinta para pejuang, sejak awal kita mengikrarkan bahwa kita semua
milik Allah, dan hanya padaNya kita akan kembali. Maka dengan sahabat
yang paling dekat, dengan istri yang paling setia, atau anak-anak yang
berbakti, hubungan kita bukanlah hubungan saling memiliki. Allah hanya
meminjamkan dia untuk kita dan meminjamkan kita untuknya. Itu saja.
Sudah begitu besar karunia Allah bahwa kita ditakdirkan bersama. Atau
pernah bersama. Bersama di jalan cinta para pejuang.."
(Salim A Fillah)
Senin, 14 Januari 2013
[FLASH BACK] PERJALANAN BERLAYAR DI “KAPAL UKDM”
![]() |
| Foto Pengurus LDK UKDM UPI 2012 [sebagian] |
Hari ini jadikan lebih baik dari
hari kemarin, berusahalah..
Hari esok jadikan lebih baik dai
hari sekarang, sesunggguhnya..
-Shaffix: Kemarin sekarang dan
esok-
Sesungguhnya tak pernah ada yang saya
sesali dari setiap perjalanan hidup saya. Disana pasti selalu ada pelajaran dan
hikmah yang bisa saya ambil. Mengenal LDK UKDM UPI, mengenal HUMAS, mengenal
para Pengurus Harian, mengenal FSLDK, mengenal seluruh pengurus di UKDM. Hal yang
tak akan pernah saya lupakan dan menjadi kenang-kenangan terindah yang saya
alami, dan mungkin nanti akan menjadi cerita untuk anak cucu saya kelak, mungkin
saya akan bilang seperti ini “betapa bahagia tiada tara ketika ibu mengenal
dakwah ini, dari UKDM ini”.
Awal mula yang tidak disangka ketika
saya yang pertama kali ikut pengkaderan salah satu UKM keislaman di Universitas
Pendidikan Indonesia. Namanya LDK UKDM UPI. Kepanjangan dari Lembaga Dakwah
Kampus Unit Kegiatan Dakwah Mahasiswa. Yang pada saat saya masih menjadi
mahasiswa baru dan bingung untuk memilih UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang
akan diikuti, salah seorang teman saya mengajak untuk mengikuti acara
pengkaderan UKDM ini. Awalnya saya tidak berminat dan tidak ada sedikitpun feel untuk bergabung di UKDM ini, karena
pada saat itu sedang gencar-gencarnya aliran sesat di kalangan kampus dan
membuat saya sedikit parno dengan kegiatan yang berbau keislaman, meskipun
memang waktu SMA saya berkecimpung dalam suatu wadah yang bernama ROHIS. Tapi
Allah SWT telah menakdirkan yang lain, saya diberi kesempatan untuk mengikuti
awal perjalanan ini walaupun awalnya memang dengan rasa keterpaksaan. Mungkin
ini bisa dibilang sebagai batu loncatan pertama saya di dakwah kampus. Dan
waktupun berjalan, karena setelah beberapa bulan pasca pengkaderan itu saya
masih belum merasakan feel itu, dan
merasa belum bisa menjadi bagian dari anggota UKDM saya sempat berpikir untuk
mundur saja, tapi Allah berkehendak lain. Saya masih dirangkul oleh teteh-teteh
dan teman-teman yang luarbiasa menyemangati untuk tetap bertahan. Sedikit demi
sedikit saya mulai merasa ada kenyamanan dan ingin mencoba untuk meneruskan
aktif di wajihah ini.
Setiap acara dan kajian yang diadakan
saya coba ikuti. Tapi di tengah perjalanan, justru teman saya yang pertama semangat
mengajak ke UKDM malah mundur tiba-tiba. Pada saat itu saya sempat merasa
sendirian, karena biasanya saya bareng dengan teman saya itu jika datang ke
acara-acara UKDM. Lagi-lagi tangan Allah SWT mengatur segalanya, rupanya IA
masih tetap menginginkan saya bertahan di UKDM ini walaupun sempat merasa
sendiri. Saya mencoba menghibur diri sendiri ketika perasaan sendirian itu
hinggap dengan mencoba bergabung dengan yang lainnya. Dengan susah payah, saya
mencoba untuk ‘membetahkan’ diri disini. Karena hakikatnya ketika bergabung
dengan teteh-teteh dan teman-teman yang ruhiyahnya luarbiasa serasa ada embun
pagi yang menyejukkan hati ini dan merasa terus ingin memperbaiki diri.
Perasaan itu tidak saya dapatkan ditempat lain. Mulailah saya merasa bahwa UKDM
adalah rumah kedua saya.
Tibalah saatnya saya ikut bergabung di
kepengurusan UKDM tahun 2010. Pada saat itu saya bingung mau berkarya di
departemen mana. Awalnya saya terpikir untuk meneruskan perjuangan saya sewaktu
di Rohis SMA sebagai ketua keputrian yang merasa belum maksimal dengan masuk di
departemen kemuslimahan, akan tetapi saya berpikir ingin mencari potensi saya
di bidang yang lain. Dan terpikirlah untuk memilih departemen HUMAS. Entah
kenapa nama itu yang akhirnya menjadi pilihan saya, karena di awal saya pikir
bahwa pekerjaan dari departemen ini menjalin hubungan dengan orang lain dan
keluar, dan pada saat itu saya memang ingin belajar bersosial lebih baik maka
departemen ini menurut saya pilihan yang cukup tepat. Bismillah, akhirnya saya memantapkan hati memilih departemen HUMAS
yang pada saat itu dipimpin oleh seorang ikhwan kakak tingkat yang satu jurusan
dengan saya. Pada awalnya departemen ini berjalan cukup optimal, namun di
tengah perjalanan entah kenapa ketua departemen kami menghilang begitu saja.
Dan kami pun seperti anak yang kehilangan induknya. Tapi justru keadaan itulah
yang membuat kami “Laskar HUMAS” (begitulah sebutannya) menjadi semakin kompak
dan ukhuwah pun semakin erat untuk menunjukkan bahwa kami adalah orang-orang
kuat. Dan ada seorang kakak akhwat yang selalu menjadi tempat mencurahkan
segala keluh kesah kami. Dan melalui kakak itu saya mulai mengenal FSLDK. Pengalaman
tahun pertama sebagai pengurus yang cukup berkesan untuk saya. Satu pelajaran
yang saya dapatkan dari sini adalah ukhuwah mampu menyelesaikan segala kondisi
sekalipun itu hal terburuk.
Tahun kedua kepengurusan yang sempat
membuat saya goyah akan melanjutkan di departemen HUMAS atau pindah ke
departemen yang lain. Lagi-lagi Allah SWT menguji saya lewat teman-teman
seperjuangan di departemen HUMAS yang tidak lanjut di kepengurusan UKDM 2011.
Allah SWT menguji saya berpisah dengan teman-teman yang memilih berkarya di
tempat lain. MasyaAllah, betapa sedihnya saya saat itu saat mengetahui kenyataan,
di saat saya sedang merasakan indahnya ukhuwah di departemen ini dan di UKDM
tentunya. Tapi rupanya Allah SWT menakdirkan saya untuk tetap bertahan di
departemen ini, untuk meneruskan perjuangan di sini. Memperbaiki yang kurang di
kepengurusan tahun lalu. Allah SWT menakdirkan saya untuk menjadi seorang Kabid
Jaringan, yang saya pikir saat itu saya belum pantas karena masih ada kakak
tingkat yang lebih berkafa’ah. Tapi lewat jalan inilah saya dituntut mulai
berpikir lebih jauh ke depan memikirkan bagaimana caranya saya bisa menjadi
salah satu orang yang bisa berkontribusi di jalan dakwah ini. Dan amanah itu
pun saya terima dengan penuh rasa pengharapan kepada Allah agar bisa menguatkan
pundak ini. Di tahun kedua ini saya harus membimbing adik tingkat yang baru
masuk kepengurusan dan tentunya harus menjadi teladan untuk mereka. Tekad saya
adalah membuat UKDM khususnya departemen HUMAS dan lebih khususnya bidang
jaringan menjadi rumah yang nyaman bagi mereka. Saya harus bisa bertindak
sebagai kakak dan sahabat mereka sekaligus. Saya tidak ingin mereka mengalami
hal seperti yang saya alami ketika harus ditinggalkan teman-teman seperjuangan
saya. Saya pun harus berpikir keras untuk bisa membagi fokus saya di BEM
jurusan juga yang pada saat yang sama pun saya diamanahkan menjadi sekretaris
departemen. Perjuangan dakwah di tahun kedua di UKDM ini saya rasa lebih berat
dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena saya dituntut untuk bisa tawazun dengan amanah saya di UKDM
maupun BEM jurusan dan juga sebagai staf sekum di program tutorial.
Tahun ketiga kepengurusan, selalu saja
ada hal yang membuat saya berpikir ulang untuk melanjutkan perjuangan atau
tidak di UKDM ini. Kali ini bukan menyangkut dengan mundurnya kader, justru
adik-adik yang pada periode sebelumnya terjun di kepengurusan UKDM, pada
periode kepengurusan tahun 2012 alhamdulillah
sebagian besar melanjutkan. Tapi permasalahan kali ini menyangkut akademik
saya yang saya rasa terus menurun. Memang saya tidak bisa menyalahkan seutuhnya
pada kegiatan organisasi yang cukup menyita waktu dan tenaga. Mungkin dari diri
saya sendiri yang belum bisa menerapkan konsep tawazun yang harusnya ada pada seorang kader dakwah. Ya, saya akui
itulah salah satu kekurangan saya. Dan sempat terpikir untuk mundur saja dari
UKDM dan fokus di perkuliahan, toh masuk ke UPI ini pada awalnya juga untuk
menjalankan amanah dari orang tua yakni kuliah. Tapi rupanya saya terlalu picik
jika berpikiran sempit seperti itu, saya melihat kader dakwah lain yang bisa tawazun di kuliah maupun organisasi,
buktinya bisa berprestasi di keduanya tanpa meninggalkan salah satunya bahkan
bisa menjadi mahasiswa berprestasi tingkat universitas dan berprestasi juga di
skala nasional. Dari sanalah saya berkaca, orang lain saja bisa kenapa saya
tidak! Dan ada orang-orang di belakang saya yang terus memberikan support dan
penguatan, merekalah keluarga, murabbi, saudara-saudara seperjuangan, adik-adik
dan yang lainnya. Saya pun teringat janji Allah SWT dalam ayat-ayat cintaNYA surat
Muhammad ayat 7 yang artinya: “Jika
engkau menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan
kedudukanmu”. Ayat cinta yang menjadi penyejuk di kala kegundahan itu
melanda. Saya yakin dengan membela agama Allah SWT di jalan dakwah ini salah
satu bentuk untuk mendapatkan pertolongan Allah SWT. Dan tawaran dari Ketua
Umum LDK UKDM 2012 kepada saya untuk bersama-sama berjuang dijalanNYA menjadi
Ketua Departemen HUMAS LDK UKDM 2012 saya terima dengan tetap mengharap ridho
Allah SWT dan hanya berharap mempunyai pundak yang kuat untuk menanggung segala
amanah ini. Karena sesungguhnya amanah ini datangnya dari Allah SWT, maka saya
hanya mengahrap pertolongan dariNYA saja. Sungguh Allah SWT itu maha benar,
untuk menaikkan derajat seorang hambaNYA maka ia pun menaikkan tingkat
ujiannya. Tugas seorang pemimpin
departemen untuk memberikan pengarahan, bimbingan, dan penguatan untuk
adik-adik dan rekan-rekan saya di departemen HUMAS pada awalnya membuat saya
ragu apakah bisa melaksanakan kewajiban itu. Tapi, lagi-lagi Allah SWT
mengirimkan orang-orang luar biasa di departemen HUMAS yang membuat saya bisa
bertahan disini, merekalah HUMAS Family yang saya sayangi mereka karena Allah SWT. Juga saudara-saudara di Pengurus Harian yang senantiasa saling
menyemangati untuk menjalankan segala amanah di departemen masing-masing dengan
maksimal. Mereka anugerah yang Allah SWT kirimkan untuk saya. Tidak cukup
sampai disana, Allah SWT menguji saya dengan memberikan amanah sebagai
koordinator BPDa (badan pekerja puskomda) yang berada di ranah FSLDK. Yang saya
pikir kapasitas saya sebagai seorang akhwat yang mempunyai keterbatasan gerak
dibandingkan ikhwan cukup tidak mendukung, tapi itulah hasil terbaik syuro yang
harus saya jalankan. Lagi-lagi saya dimudahkan oleh Allah SWT untuk menjalankan
amanah ini dengan berbagai caraNYA. Orang-orang luarbiasa Allah SWT kembali
kirimkan untuk menemani, dan amanah sebagai BPDa pun kami jalankan dengan semaksimal
mungkin dan pada akhirnya mengantarkan LDK UKDM UPI menjadi PUSKOMDA Bandung
Raya 2013-2014. Amanah baru dan sejarah pertama bagi LDK UKDM menjadi PUSKOMDA Bandung
Raya. Kami yakin, Allah SWT mempunyai rencana di balik semua ini. Tidak ada
yang kebetulan. Allah SWT tahu yang terbaik untuk keberjalanan dakwah khususnya
di kampus UPI umumnya di Bandung Raya. Amanah itu bukan sesuatu yang pantas di
minta, akan tetapi jika amanah datang menghampiri tidak ada kata untuk
menghindar dan mengabaikannya.
Allah SWT pun rupanya masih ingin
“menjaga” saya dengan mengamanahkan koordinator jaringan muslimah Bandung Raya
2013 di pundak saya. Dan lagi-lagi do’a yang bisa saya panjatkan padaNYA adalah
semoga saya diberikan pundak yang kuat untuk menanggung amanah ini dan dapat
menjalankannya semaksimal mungkin. Dan saya berharap bisa menjadi salah satu
orang yang menorehkan tinta emas di sejarah baru LDK UKDM ini. Semua ini semata-mata
untuk Allah, untuk Islam, untuk dakwah yang kucinta...Lillah..:’)
Bandung, 14 Januari 2013
Langganan:
Komentar (Atom)
Wilujeng Sumping..^^
Ahlan Wasahlan..Wilujeng Sumping..Selamat datang..Welcome..Annyeong haseo..Hajimemashite..
(apapun bahasanya)..
di Blog saya, seorang muslimah yang senantiasa ingin selalu mengambil hikmah dari setiap kejadian. Baik itu hikmah yang ada di langit maupun di bumi..
Yang baik dari blog ini silahkan di ambil, yang kurang baiknya abaikan saja.
#jangan lupa kalau dijadikan sebagai referensi, cantumkan juga sumbernya ya saudara/i ku..:)
Hope all of you enjoy my blog..\^^/
(apapun bahasanya)..
di Blog saya, seorang muslimah yang senantiasa ingin selalu mengambil hikmah dari setiap kejadian. Baik itu hikmah yang ada di langit maupun di bumi..
Dan sebagai manusia saya merasa mempunyai tugas untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran.
Yang baik dari blog ini silahkan di ambil, yang kurang baiknya abaikan saja.
#jangan lupa kalau dijadikan sebagai referensi, cantumkan juga sumbernya ya saudara/i ku..:)
Hope all of you enjoy my blog..\^^/




00.jpg)





