Halaman

Senin, 18 Maret 2013

#Part 1 : Seorang Kakak yang mencoba menjadi sosok -KAKAK-..:’)


Kehendak Allah SWT untuk menganugerahi saya seorang adik yang sebenarnya (dulu) kehadirannya tidak saya kehendaki (heu :D), pasalnya ketika saya pada saat itu berusia kurang lebih menuju 6 tahun mempunyai ambisi ingin menjadi bungsu di keluarga ini..hehe. Ya, namanya masih kecil lah ya, sampai-sampai ketika tiba mamah melahirkan adik saya yang satu ini pada tanggal 03 Januari 1997, saya hanya menangis di sudut rumah dan enggan melihat sosok adik bayi yang kata orang-orang lucu, *apanya yang lucu coba, yang ada kalau ada bayi itu rumah jadi berisik karena tangisannya.-_-‘ (pikir saya saat itu). Saya begitu kesal melihat keluarga dan orang-orang yang datang memperlihatkan mimik muka dan ekspresi yang bahagia menyambut kedatangan mamah dari rumah sakit menggendong bayi itu. Seolah mereka tidak merasakan penderitaan dan kegundahan saya saat itu (halah). Mamah pun menghampiri saya yang masih sesenggukan di sudut rumah dan mencoba untuk memperkenalkan bayi yang baru saja dilahirkannya.
“Is, ini adik baru ais. Di cium atuh.” Mamah tersenyum sambil memegang kepalaku.
Huueek, boro-boro ingin nyium deh. Melihat wajahnya saja gak mau.
Dan saya hanya geleng-geleng kepala dan memalingkan muka sambil terus berderaian air mata.
Terbayang lah sudah dalam benak seorang saya yang masih ‘lugu’ kala itu, kalau pehatian mamah dan keluarga yang lainnya pada saya bakalan berkurang. Hari-hari pun akan serasa berat untuk saya kala itu. Apalagi kehadirannya yang tidak saya harapkan.
            Dan ketika dia mulai tumbuh menjadi balita, semakin bertambah rasa ketidaksukaan saya padanya. Pasalnya ketika saya ingin pergi main ke rumah teman sebaya, dia selalu ‘nguntil’ dari belakang dan mengikuti saya sampai rumah teman. Dan saya pun marah pada saat itu karena tidak suka diikuti olehnya, alhasil dia menangis dan mulai mengadu pada mamah. Huh, dasar cengeng. Dan saya pun kena cipratan marahnya mamah..
“Teteh kenapa sih gak mau ngajak main adik nya? Da gak minta di gendong ini. Lagipula tuh lihat temen-temen sebaya teteh mah main teh sama adiknya di rumah.”
Saya hanya bisa tertunduk dan semakin bertambah ketidaksukaan pada adik saya itu. Gara-gara dia saya jadi sering kena marah. Murka saya pada saat itu.
“Teh, da gak akan malu atuh bawa main adik se- lucu ini.”
Haaah, what’s?? Lucu?? Di mataku sosoknya tidak lebih dari sosok adik menyebalkan yang selalu ingin ikut kakaknya kemanapun pergi. Fyuuhh.
Tapi ada satu kejadian lucu yang kalau diingat suka senyum dan malu sendiri. Jadi waktu itu saya kelas 2 atau kelas 3 SD gitu ya (lupa), ketika bulan ramadhan tiba saat itu saya sudah mulai belajar ikut berpuasa dan memang sudah dibiasakan oleh orangtua sejak saya masuk SD. Dan di suatu siang yang bolong, datanglah tamu berkunjung ke rumah dengan membawa buah tangan yang tak lain untuk dimakan ketika buka puasa nanti. Saya yang tidak kuat menahan godaan melihat makanan yang sangat menggiurkan tersebut (padahal kue biasa sih), mempunyai akal licik pada saat itu untuk memanfaatkan adik saya yang masih kecil dan belum berpuasa untuk melancarkan aksi bulus itu (astaghfirullah..-_-). Karena adik saya terbilang cukup takut pada saya karena masih galak padanya saat itu jadi mudah untuk menyuruhnya. Ia pun dengan sukarela menuruti apa yang saya katakan padanya untuk mengambil makanan itu dan memberikan sebagiannya pada saya dengan catatan dia harus tetap tutup mulut. Dan saya pun dengan entengnya dan tanpa beban memakan kue tersebut dengan lahap di tempat yang saya kira sudah aman. Dan tahu apa yang terjadi berikutnya? Kakak perempuan saya ternyata memperhatikan saya dari sejak lama, dan ketika mata kami saling bertemu, saya kaget bukan main, saat itu dunia serasa runtuh, maluuuu sekali seakan-akan saya sudah berbuat dosa sebesar gunung. Saya pun mencoba merayu kakak untuk tidak mengadu kepada mamah dengan merengek. Ia hanya tersenyum sinis dan bisa saya tebak, ia melaporkan kelakuan saya kala itu kepada mamah. Bukannya marah, mamah hanya tertawa mendengar penjelasan dari kakak, dan alhasil kelakuan bodoh saya kala itu menjadi obrolan hangat dan selalu diceritakan kepada kerabat/keluarga yang datang ke rumah membuat saya malu setengah mati. Saat itu saya tidak suka dengan kakak perempuan saya yang satu itu.
Waktu terus berlalu, tibalah saat dimana adikku ini masuk sekolah dasar. Kala itu ketidaksukaan ku padanya mulai berkurang walaupun masih menyisakan sedikit rasa. Saya masih bersyukur pada waktu dia masuk SD bertepatan dengan saya masuk SMP. Jadi aman pikirku saat itu tidak perlu repot-repot jagain adik dan tidak harus bareng berangkat ke sekolah nya karena memang kami berbeda jurusan (haha, jahatnya). Ada suatu kejadian menyebalkan yang saya ingat ketika dia sudah masuk SD adalah ketika saya sudah berbaik hati ingin membantunya dalam belajar dan mengerjakan tugas rumahnya karena ia terlihat sudah berputus asa dalam mengerjakannya, sampai ia pun menangis karena tidak bisa mengerjakan tugas rumahnya itu, dan saya pun dengan sadar diri (sebenarnya rada dipaksa sama nenek dan mamah) ingin membantunya, tapi ia sambil tetap menangis dan dengan sombongnya berkata: “Gak mau dibantuin, teteh mah da gak akan bisa!!”. Haah, ni anak pengen dijitak apa ya. Murka saya pada saat itu. Gue udah SMP, nah elu? Masih SD juga udah belagu (kesal tingkat kabupaten). Akhirnya saya tinggalkan ia sendiri di ruangannya dengan hati yang gondok. Fyuuh.

                                          ******* To be continued *******

Oia, di bawah ini kira-kira beginilah ekspresi kami saat sedang tidak akur. (aslinya lebih seram dari ini sepertinya. haha :D )
-aish.photoscollection-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wilujeng Sumping..^^

Ahlan Wasahlan..Wilujeng Sumping..Selamat datang..Welcome..Annyeong haseo..Hajimemashite..
(apapun bahasanya)..
di Blog saya, seorang muslimah yang senantiasa ingin selalu mengambil hikmah dari setiap kejadian. Baik itu hikmah yang ada di langit maupun di bumi..
Dan sebagai manusia saya merasa mempunyai tugas untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran.

Yang baik dari blog ini silahkan di ambil, yang kurang baiknya abaikan saja.
#jangan lupa kalau dijadikan sebagai referensi, cantumkan juga sumbernya ya saudara/i ku..:)
Hope all of you enjoy my blog..\^^/