Halaman

Senin, 18 Maret 2013

#Part 2 : Seorang Kakak yang mencoba menjadi sosok -KAKAK-..:’)

Lanjutan...

Yang namanya adik kakak tidak akan terlepas dari konflik, begitupun dengan kami. Hampir setiap hari ada saja hal yang menjadi penyebab kami bertengkar, yang pada akhirnya terkadang diakhiri dengan tangisan dan aduan adik saya pada mamah, dan lagi-lagi saya yang kena cipratan marah. Tapi kata-katanya sih menurut penelitian pertengkaran antara adik kakak itu suatu hal yang biasa dan wajar, karena itu merupakan suatu bentuk komunikasi lain dan rasa bentuk kasih sayang yang lain. (Tsaaahh). Walaupun begitu tanpa disadari saya mulai menyayangi adik saya yang satu-satunya ini, apalagi semenjak saya di SMA dan mulai sibuk dengan sekolah serta organisasi yang saya ikuti di sekolah yang otomatis cukup menguras waktu saya di luar, sehingga sering pulang sore dan waktu luang di rumah pun saya gunakan untuk bercengkrama bersama tugas-tugas sekolah dengan mengurung diri di kamar pada malam hari dan interaksi dengan adik saya pun berkurang. Lama kelamaan saya mulai merindukan interaksi dengannya walaupun dalam bentuk “pertengkaran”. Mungkin karena saya sudah sedikit dewasa pada saat itu, saya pun mulai mengurangi sikap egois saya sebagai seorang kakak dan mulai mencair padanya. Saya sudah tidak segan untuk bercerita tentang sekolah saya ataupun kejadian-kejadian yang saya alami di sekolah pada adik saya itu. Karena salah satu kelebihannya yang saya acungi jempol adalah amanahnya ia dalam menjaga rahasia. Terbukti ia tidak pernah bocor menceritakan apa yang sampaikan pada orang-orang di rumah sekalipun. Dan itu yang membuat saya nyaman bercerita kepadanya walaupun pada saat itu ia masih kelas 5/6 SD dan mungkin ada beberapa hal yang ia tidak mengerti, yang penting saya cukup puas meceritakan keluh kesah, ia selalu siap kuping untuk menjadi pendengar setia. Ternyata ia memang adik yang baik. Dan kami pun mulai akur, malah setiap ada yang tiba ulang tahunnya tak segan-segan saling memberikan kado, sampai sekarang pun kebiasaan itu masih terjaga, sehingga ketika ada salah satu yang terlambat memberikan kado nya siap-siap saja ada yang terus menagih nantinya. Hehe.
Ada beberapa hal lain yang membuat saya semakin sayang padanya. Ia anak yang rajin membantu mamah tanpa harus di suruh, ia salah satu cucu kesayangan nenek dan alm.kakek karena tangannya yang sering memberikan pijitan terbaik ketika nenek dan kakek dalam keadaan lelah. Dan harus saya akui dia anak yang cantik dan manis :). Walaupun secara garis wajah dia paling beda sendiri dari ketiga kakaknya, bentuk wajah yang gak ada mirip-miripnya dengan mamah bapak maupun kakak-kakaknya. Hehe. Kadang-kadang kami sebagai kakak usil mencandainya dengan menyebutnya dia bukan anak mamah bapak karena tidak mirip dengan siapa-siapa, tentunya kami tertawa-tawa dan berhasil mem-bully dan membuat dia memanyun-manyunkan bibirnya beberapa centi ke depan. Haha. Adik bungsu kami ini memang lucu sekali.
Hingga tibalah saatnya saya meninggalkan rumah untuk menimba ilmu di Bandung di Universitas Pendidika Indonesia pada tahun 2009 dan bertepatan dengan ia masuk SMP. Ternyata ia lebih memilih untuk melanjutkan sekolah menengahnya di Madrasah Tsanawiyah (MTs) swasta di dekat rumah, tidak mengikuti jejak saya yang sekolah di SMP negeri. Ya itu lah pilihannya sendiri, insyaAllah yang terbaik. Dan hari-hari pun saya lalui jauh dari keluarga dan tentunya jauh juga dari adik saya. Entah kenapa semenjak saya masuk kuliah, rasa sayang saya terhadapnya semakin bertambah dan bertambah, tidak lagi tersisa rasa benci atau pun tidak suka sedikitpun padanya. Saya sadar saya punya adik manis yang harus saya arahkan, karena saya mulai menyadari tugas saya sebagai kakak yang harus memberikan suri tauladan yang baik padanya. Dan disinipun saya seolah-olah menjadi seorang adik yang diperlakukan istimewa oleh kakak-kakak di kostan maupun di kampus. Dari sana saya bertekad untuk menjadi kakak yang baik juga untuk adik saya di rumah. Dia menjadi salah satu yang saya kangeni ketika datang ke rumah, dan saya pun tak canggung bercerita mengenai kehidupan saya di kampus padanya, dan ia dengan setia seperti dulu mendengarkan saya bercerita. Kali ini pun saya tidak ingin kalah, walaupun ia sedikit pendiam tapi saya mencoba menanyakan keadaannya di sekolah. Alhamdulillah ia pun sedikit banyaknya mulai bercerita mulai dari sekolah, organisasi sampai hal pribadi semisal ada pria yang mulai memberikan perhatian lebih padanya. Hey pria, jangan ganggu dan jangan membuat adikku kesal ya!!
Sepertinya ia pun mulai nyaman denganku dan mulai mengikuti apa yang saya pakai dan sukai. Biasanya naluri seorang adik memang begitu, melihat kakaknya dan mencoba jadi follower nya. (Ge-eR) hehe. Tapi serius, salah satu nya bisa dilihat dari mulai perubahannya berbusana yang ingin menyamakan dengan apa yang saya pakai dan menyukai apa yang saya suka (contoh warna dll). Ia yang kala itu masih SMP harus mulai merayu mamah untuk membelikannya rok, gamis dan khimar (kerudung) yang bisa dibilang cukup panjang di kalangannya karena melihat kakaknya yang sudah melakukannya. Mamah yang kala itu masih menganggap adik ku itu masih kecil kurang setuju kalau sudah harus mengenakan rok dan gamis, karena pikir beliau kurang modis untuk anak seusianya dan saya pun kena cipratan mamah karena menyalahkan saya sebagai biang keladinya, “Tuh, gara-gara teteh, jadinya adek ikut-ikutan pakai rok. Kurang modis untuk seusia dia.”. Saya hanya bisa senyum dan mesem-mesem dan mencoba meyakinkan mamah bahwa adik tetap cantik dengan berbusana seperti itu. Dan alhamdulillah lama kelamaan mamah pun mengerti dan malah sekarang sering menyuruh kami membeli pakaian yang samaan ketika lebaran tiba. Rupanya mamah pun tidak mau kalah dengan anak-anaknya, beliau juga mulai memperbanyak koleksi gamis dan roknya. “Virus” akhirnya berhasil saya sebarkan di rumah, bahkan nenekpun terkena. Sampai-sampai setiap saya memakai khimar panjang yang baru setiap pulang ke rumah, nenek tak mau kalah ingin mempunyai yang serupa dengan warna yang berbeda. Ah, bahagianya hidup ini ketika bisa  menyebarkan kebaikan di rumah sendiri.
Ini salah satu baju kami yang sengaja disamakan ^_^
Dan adik saya pun makin mantap dengan apa yang dikenakannya, walaupun terkadang masih suka komentar bahwa khimar saya kepanjangan. Hehe. Tapi saya mencoba meyakinkan bahwa saya nyaman dan berharap ia pun bisa memanjangkan khimarnya sedikit demi sedikit, kembali ia hanya tersenyum. Tapi saya yakin ada keinginan besar di matanya dan waktu yang akan menjawab.
kompak...^_^
Ada beberapa kekurangan adik saya yang sebenarnya masih bisa diperbaiki. Diantaranya ia kurang terbuka terhadap permasalahan yang ia punya, terkadang dipendam sendiri. Memang sih tidak semua masalah harus diceritakan kepada orang lain, akan tetapi memang ada saatnya ia harus menceritakan sedikit permasalahannya kepada keluarga ataupun kakak sendiri. Kemudian ia juga kurang percaya terhadap dirinya sendiri dan cenderung minder,  padahal banyak kelebihan yang bisa ia eksplor untuk menjadi lebih baik. Terlalu fokus terhadap kekurangan diri terkadang juga tidak bagus dik.
Ah, apapun kekurangannya yang pasti semakin hari saya semakin sayang dan cinta pada adik saya. Beruntung dianugerahi adik sepertinya. Saya ingin menjadi sosok “kakak” yang sebenarnya. Ingin yang terbaik untuknya. Saya ingin ia lebih baik dari kakaknya dari segi apapun. Segala kelebihan kakaknya bisa ia ambil dan segala kekurangan kakaknya bisa ia jadikan pelajaran agar ia tak mengulang kesalahan yang sama.
Dengan penuh kesadaran, saya ingin mengucapkan sesuatu kepada adik saya, “Uhibbuki fillah.. Teteh sayang cici karena Allah :’) ”
Gerlong, 19 Maret 2013 dinihari jam 01:25

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wilujeng Sumping..^^

Ahlan Wasahlan..Wilujeng Sumping..Selamat datang..Welcome..Annyeong haseo..Hajimemashite..
(apapun bahasanya)..
di Blog saya, seorang muslimah yang senantiasa ingin selalu mengambil hikmah dari setiap kejadian. Baik itu hikmah yang ada di langit maupun di bumi..
Dan sebagai manusia saya merasa mempunyai tugas untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran.

Yang baik dari blog ini silahkan di ambil, yang kurang baiknya abaikan saja.
#jangan lupa kalau dijadikan sebagai referensi, cantumkan juga sumbernya ya saudara/i ku..:)
Hope all of you enjoy my blog..\^^/