Ka-Ka-eN
yang di maksud disini bukan Korupsi, Kolusi, Nepotisme yaa. Tapi Kuliah, Kerja,
Nyata. Ini merupakan salah satu mata kuliah wajib mahasiswa S1 di UPI baik itu
untuk mahasiswa pendidikan maupun non-pendidikan (murni). Istilah ini bisa
berbeda di setiap kampus, ada yang namanya kerja lapangan, KKM (Kuliah Kerja
Mahasiswa), pengabdian dsb. Ya inti nya mah kuliah di lapangan atau di
lingkungan masyarakat lah. Semacam pengabdian pada masyarakat kayak gitu
pokoknya. Kalau di UPI sendiri biasanya KKN ini
di kontrak pada semester 6, pelaksanaannya di akhir semester 6 kurang
lebih selama 40 hari kami diwajibkan untuk mengabdi di suatu daerah. Daerahnya
sendiri ada list-nya dari pihak universitas nya. Pada tahun ini (2012) daerah
yang dijadikan target program KKN ini kurang lebih ada 6 daerah tersebar di
daerah jawa barat. Daerah tersebut diantaranya kota Bandung, kabupaten Bandung,
Garut, Subang, Purwakarta, Indramayu. Program yang ditawarkan pun beragam, kurang
lebih ada sekitar 7 jenis program. Nah, untuk programnya sendiri disesuaikan
dengan kebutuhan daerah masing-masing. Jenis dari programnya itu sendiri
diantaranya ada POSDAYA (Pos Pemberdayaan Keluarga), MBS (Manajemen Berbasis
Sekolah), LH (Lingkungan Hidup), Kearifan Budaya Lokal (KBL), PAUD, KF (Keaksaraan
Fungsional) dan juga Wajar Dikdas (Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun). Untuk ke enam program tersebut tentu ada kekurangan dan kelebihan
masing-masing, tapi menurut hasil survey, program yang paling difavoritkan oleh
mahasiswa UPI adalah POSDAYA. Banyak faktor yang menyebabkan kenapa program
POSDAYA ini di favorit-i oleh mahasiswa/i. Yang pasti apapun programnya, kami
punya misi tersendiri untuk menyukseskan program-program tersebut yang notabene
merupakan amanah dari universitas dan jangan mentang-mentang tidak di awasi 24 jam oleh
universitas kami dengan begitu entengnya bermain-main dengan program ini karena
yang jadi taruhannya adalah nama almamater kami sendiri, ya secara otomatis
kami harus membawa nama baik universitas di lingkungan masyarakat tempat kami
nanti KKN. Ya, kalau di bilang cukup berat juga, tapi jika dijalankannya dengan
enjoy dan tentunya profesionalitas yang cukup tinggi serta didukung oleh
kesolidan kelompok insyaAllah akan berjalan mudah dan lancar.
Nah,
berbicara masalah kelompok, sebenarnya bisa dibilang seperti membeli kucing
dalam karung, karena biasanya kami tidak tahu akan satu kelompok dengan siapa.
Wong satu kelompok itu harus terdiri dari berbagai macam jurusan di UPI dari
tiap fakultas yang berbeda dan tentunya mempunyai tabiat dan watak yang
berbeda-beda pula. Masalah kelompok ini salah satu masalah yang cukup membuat
sebagian mahasiswa menjadi galau,
karena setiap orang pasti ingin satu kelompok dengan orang yang nantinya bisa
enak di ajak kerjasama. Bayangin sendiri lah ya, kami harus hidup bersama
dengan orang yang belum kami kenal sebelumnya. Ya tentunya setiap orang itu
berbeda, nah tugas pertama kami sebenarnya adalah bagaimana kami bisa mengemas
perbedaan-perbedaan itu menjadi sebuah kekuatan untuk mencapai visi dan misi
bersama (ceileee..:D).
Yang
harus dipersiapkan untuk KKN ini ruhiyah, mental, dan juga fisik. Pertama Ruhiyah, jelas ini yang utama karena
sesuai fakta di lapangan kita bakal menemui sesuatu yang mungkin bakal di luar
dugaan, seperti salah satunya bakal menemui orang yang di KTP nya Islam tapi
pada kenyataannya tidak pernah terlihat sholat dan ibadah-ibadah wajib yang
lainnya. Nah, sebagai muslim yang baik ketika melihat hal seperti itu tentu
kewajiban kita sebagai sesama saudara muslim untuk mengingatkan, untuk hasilnya
serahkan saja pada Allah, kita hanya bertugas untuk mengingatkan saja. Dan
jangan salah jika lingkungan kita mayoritas seperti itu, bisa jadi malah kita
yang terbawa mereka. Naudzubillah ya. Nah, itulah pentingnya menjaga ruhiyah sebelum
dan saat KKN. Salah satu godaan ketika di KKN itu adalah ketika kita berkumpul
dengan teman-teman KKN (baik itu membicarakan program ataupun ngobrol-ngobrol
ringan) dan kemudian terdengar suara
adzan, disanalah kita diuji apakah kita akan bersegera untuk melaksanakan
sholat atau terbawa mereka yang biasa melalaikan sholat. Ya sebisa mungkin kita
‘cut’ dulu untuk bersegera melaksanakan shalat serta mengajak yang lainnya
untuk shalat juga. Pada awalnya memang akan terasa canggung tapi jika kita
mencoba mengajak mereka dengan bahasa-bahasa yang tentunya bisa mereka terima
insyaAllah tidak akan terlalu sulit, hanya saja kita harus tetap bersabar dan
istiqamah dalam mengingatkan kebaikan.
Yang
kedua, Mental. Tentu saja mental yang
kuat harus kita milliki, karena di lapangan nanti kita bakal menemui berbagai
macam karakter. Ada yang tenang, pemarah, cuek, tidak mau ambil pusing,
bijaksana, keras kepala, sampai perfeksionis juga ada. Nah, biasanya konflik
itu timbul dari mulai hal-hal terkecil sampai yang terbesar. Contohnya bagi
orang yang tipenya itu teratur, segala sesuatunya itu harus jelas dan
terperinci, nah berbeda dengan orang yang bebas, mereka cenderung tidak biasa
dengan keteraturan karena biasanya hidup mereka ‘let it flow’ biarkan mengalir
apa adanya. Kedua tipe ini jika disatukan akan menimbulkan suatu konflik jika
tidak bisa ditanggulangi. Disanalah tugas kita untuk menanggulangi
perbedaan-perbedaan tersebut.
Yang
ketiga, Fisik. Jelas ini merupakan
hal yang tidak boleh dilupakan juga karena biasanya KKN ini banyak sekali
program-program yang ditujukan untuk masyarakat di lingkungan sekitar. Dan
dengan padatnya pelaksanaan program-program itu dituntut untuk mempunyai
stamina yang oke serta fisik yang kuat. Karena kalau fisik kita lemah, alhasil
akan terbengkalai program-program yang telah disusun sedemikian rupa dan
jadinya malah menyusahkan teman-teman satu kelompoknya.
Intinya
buat KKN menjadi salah satu ladang kita untuk beramal ibadah dan mendewasakan
diri. Jangan dijadikan beban. Jadilah orang yang bermanfaat di sana. Ambil bagianmuu..!!! J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar