Halaman

Kamis, 21 Maret 2013

I Love my jamilaaa :* :*


Iseng-iseng buka diary dung-dung ku, eh nemu tulisan ini jadi ingin nge-share di blog  deh ^0^.
Walaupun tulisannya geje dan ngaler ngidul, inti nya ---> perlakukan sesuatu sesuai dengan haknya,, hasyyaaahh >>

- 13 Mei 2012 -

“astaghfirullah..
kenapa ini semua file yang bentuknya MS word size nya jadi 0 kb, dan gak bisa dibuka...?
#asli jadi lemes -_-'
tugaskuu..”
-status FB ku hari ini...:(
mamaaaahh...
c jamilaa kembali ‘bertingkah’, kenapa lagi kau cantik??
Ayolah kemballi bersahabat dengan ku, seperti pertama kita kenal dulu. Masih ingat gak tanggal 31 Mei 2010 aku berkenalan denganmu? meskipun pada saat itu kamu belum ada nama nya. Yang pasti body luarmu membuat ku melirik untuk membelimu. Tau nggak  perasaan ku saat memilikimu? Seneng banget pastinya...sampai2 malem pertama mu di kamarku, aku gak bisa tidur, karena ingin mengenalmu lebih jauh dan ingin bermain dengan mu..
Dan bulan demi bulan, aku pun semakin merasakan kebermanfaatan mu... kau selalu menemaniku dalam mengerjakan tugas, menghilangkan stress ku dengan memainkan koleksi musik kesukaan ku, menonton film, mengedit foto, menyelesaikan tugas dakwah, sampai menyimpan gaya2 narsis ku...
Namanya manusia, ketika diberikan sesuatu yang baru, awal-awalnya dijaga, dirawat sepenuh hati...  Tapi lama kelamaan mulai tumbuh rasa bosan yang akhirnya ‘sesuatu’ yang sebelumnya sangat  di idam-idamkan itu mulai berkurang diberi perhatian. Seperti hal nya kamu ‘jamilaa’. Aku terlalu banyak ‘mendzolimi’ mu, membiarkan mu di ‘setrum’ listrik semalaman sedangkan aku terlupa sampai ketiduran dan melupakan mu... dan kau pun kurasa kepanasan karena aku sering lupa pula untuk memberikanmu cooler.
Terkadang ketika musim tugas datang tanpa ampun, kau stand by menemaniku non stop tanpa istirahat 1 jam pun selama 3 hari...
Ya Allah kalau dipikir-pikir betapa kejamnya aku ini...:(
Pertama kali kamu harus di ‘opname’ di BEC karena terjangkit virus yang menyerangmu sampai 2 ribu an lebih, aku tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan nasibmu dan isi mu...
Sekarang, sepertinya kamu butuh pengobatan lagi, di saat kantong ku sedang tidak bersahabat. Ku mohon jamilaa,,kamu baik2 saja ya...

I LOVE YOU JAMILAA...:*

-----------
itu tulisanku dulu yang lagi hilaf (heu), tapi sekarang alhamdulillah jamiila aku perlakukan dengan sebaik-baiknya, karena sadar ternyata ia telah menjadi salah satu teman dikala senang dan sedih. InsyaAllah aku tidak akan mendzolimi nya lagi. Akan ku jaga sepenuh hati. Ehehe *rada lebay*


Jamilaa yang setia menemani hari-hariku..#hasyah

Senin, 18 Maret 2013

#Part 2 : Seorang Kakak yang mencoba menjadi sosok -KAKAK-..:’)

Lanjutan...

Yang namanya adik kakak tidak akan terlepas dari konflik, begitupun dengan kami. Hampir setiap hari ada saja hal yang menjadi penyebab kami bertengkar, yang pada akhirnya terkadang diakhiri dengan tangisan dan aduan adik saya pada mamah, dan lagi-lagi saya yang kena cipratan marah. Tapi kata-katanya sih menurut penelitian pertengkaran antara adik kakak itu suatu hal yang biasa dan wajar, karena itu merupakan suatu bentuk komunikasi lain dan rasa bentuk kasih sayang yang lain. (Tsaaahh). Walaupun begitu tanpa disadari saya mulai menyayangi adik saya yang satu-satunya ini, apalagi semenjak saya di SMA dan mulai sibuk dengan sekolah serta organisasi yang saya ikuti di sekolah yang otomatis cukup menguras waktu saya di luar, sehingga sering pulang sore dan waktu luang di rumah pun saya gunakan untuk bercengkrama bersama tugas-tugas sekolah dengan mengurung diri di kamar pada malam hari dan interaksi dengan adik saya pun berkurang. Lama kelamaan saya mulai merindukan interaksi dengannya walaupun dalam bentuk “pertengkaran”. Mungkin karena saya sudah sedikit dewasa pada saat itu, saya pun mulai mengurangi sikap egois saya sebagai seorang kakak dan mulai mencair padanya. Saya sudah tidak segan untuk bercerita tentang sekolah saya ataupun kejadian-kejadian yang saya alami di sekolah pada adik saya itu. Karena salah satu kelebihannya yang saya acungi jempol adalah amanahnya ia dalam menjaga rahasia. Terbukti ia tidak pernah bocor menceritakan apa yang sampaikan pada orang-orang di rumah sekalipun. Dan itu yang membuat saya nyaman bercerita kepadanya walaupun pada saat itu ia masih kelas 5/6 SD dan mungkin ada beberapa hal yang ia tidak mengerti, yang penting saya cukup puas meceritakan keluh kesah, ia selalu siap kuping untuk menjadi pendengar setia. Ternyata ia memang adik yang baik. Dan kami pun mulai akur, malah setiap ada yang tiba ulang tahunnya tak segan-segan saling memberikan kado, sampai sekarang pun kebiasaan itu masih terjaga, sehingga ketika ada salah satu yang terlambat memberikan kado nya siap-siap saja ada yang terus menagih nantinya. Hehe.
Ada beberapa hal lain yang membuat saya semakin sayang padanya. Ia anak yang rajin membantu mamah tanpa harus di suruh, ia salah satu cucu kesayangan nenek dan alm.kakek karena tangannya yang sering memberikan pijitan terbaik ketika nenek dan kakek dalam keadaan lelah. Dan harus saya akui dia anak yang cantik dan manis :). Walaupun secara garis wajah dia paling beda sendiri dari ketiga kakaknya, bentuk wajah yang gak ada mirip-miripnya dengan mamah bapak maupun kakak-kakaknya. Hehe. Kadang-kadang kami sebagai kakak usil mencandainya dengan menyebutnya dia bukan anak mamah bapak karena tidak mirip dengan siapa-siapa, tentunya kami tertawa-tawa dan berhasil mem-bully dan membuat dia memanyun-manyunkan bibirnya beberapa centi ke depan. Haha. Adik bungsu kami ini memang lucu sekali.
Hingga tibalah saatnya saya meninggalkan rumah untuk menimba ilmu di Bandung di Universitas Pendidika Indonesia pada tahun 2009 dan bertepatan dengan ia masuk SMP. Ternyata ia lebih memilih untuk melanjutkan sekolah menengahnya di Madrasah Tsanawiyah (MTs) swasta di dekat rumah, tidak mengikuti jejak saya yang sekolah di SMP negeri. Ya itu lah pilihannya sendiri, insyaAllah yang terbaik. Dan hari-hari pun saya lalui jauh dari keluarga dan tentunya jauh juga dari adik saya. Entah kenapa semenjak saya masuk kuliah, rasa sayang saya terhadapnya semakin bertambah dan bertambah, tidak lagi tersisa rasa benci atau pun tidak suka sedikitpun padanya. Saya sadar saya punya adik manis yang harus saya arahkan, karena saya mulai menyadari tugas saya sebagai kakak yang harus memberikan suri tauladan yang baik padanya. Dan disinipun saya seolah-olah menjadi seorang adik yang diperlakukan istimewa oleh kakak-kakak di kostan maupun di kampus. Dari sana saya bertekad untuk menjadi kakak yang baik juga untuk adik saya di rumah. Dia menjadi salah satu yang saya kangeni ketika datang ke rumah, dan saya pun tak canggung bercerita mengenai kehidupan saya di kampus padanya, dan ia dengan setia seperti dulu mendengarkan saya bercerita. Kali ini pun saya tidak ingin kalah, walaupun ia sedikit pendiam tapi saya mencoba menanyakan keadaannya di sekolah. Alhamdulillah ia pun sedikit banyaknya mulai bercerita mulai dari sekolah, organisasi sampai hal pribadi semisal ada pria yang mulai memberikan perhatian lebih padanya. Hey pria, jangan ganggu dan jangan membuat adikku kesal ya!!
Sepertinya ia pun mulai nyaman denganku dan mulai mengikuti apa yang saya pakai dan sukai. Biasanya naluri seorang adik memang begitu, melihat kakaknya dan mencoba jadi follower nya. (Ge-eR) hehe. Tapi serius, salah satu nya bisa dilihat dari mulai perubahannya berbusana yang ingin menyamakan dengan apa yang saya pakai dan menyukai apa yang saya suka (contoh warna dll). Ia yang kala itu masih SMP harus mulai merayu mamah untuk membelikannya rok, gamis dan khimar (kerudung) yang bisa dibilang cukup panjang di kalangannya karena melihat kakaknya yang sudah melakukannya. Mamah yang kala itu masih menganggap adik ku itu masih kecil kurang setuju kalau sudah harus mengenakan rok dan gamis, karena pikir beliau kurang modis untuk anak seusianya dan saya pun kena cipratan mamah karena menyalahkan saya sebagai biang keladinya, “Tuh, gara-gara teteh, jadinya adek ikut-ikutan pakai rok. Kurang modis untuk seusia dia.”. Saya hanya bisa senyum dan mesem-mesem dan mencoba meyakinkan mamah bahwa adik tetap cantik dengan berbusana seperti itu. Dan alhamdulillah lama kelamaan mamah pun mengerti dan malah sekarang sering menyuruh kami membeli pakaian yang samaan ketika lebaran tiba. Rupanya mamah pun tidak mau kalah dengan anak-anaknya, beliau juga mulai memperbanyak koleksi gamis dan roknya. “Virus” akhirnya berhasil saya sebarkan di rumah, bahkan nenekpun terkena. Sampai-sampai setiap saya memakai khimar panjang yang baru setiap pulang ke rumah, nenek tak mau kalah ingin mempunyai yang serupa dengan warna yang berbeda. Ah, bahagianya hidup ini ketika bisa  menyebarkan kebaikan di rumah sendiri.
Ini salah satu baju kami yang sengaja disamakan ^_^
Dan adik saya pun makin mantap dengan apa yang dikenakannya, walaupun terkadang masih suka komentar bahwa khimar saya kepanjangan. Hehe. Tapi saya mencoba meyakinkan bahwa saya nyaman dan berharap ia pun bisa memanjangkan khimarnya sedikit demi sedikit, kembali ia hanya tersenyum. Tapi saya yakin ada keinginan besar di matanya dan waktu yang akan menjawab.
kompak...^_^
Ada beberapa kekurangan adik saya yang sebenarnya masih bisa diperbaiki. Diantaranya ia kurang terbuka terhadap permasalahan yang ia punya, terkadang dipendam sendiri. Memang sih tidak semua masalah harus diceritakan kepada orang lain, akan tetapi memang ada saatnya ia harus menceritakan sedikit permasalahannya kepada keluarga ataupun kakak sendiri. Kemudian ia juga kurang percaya terhadap dirinya sendiri dan cenderung minder,  padahal banyak kelebihan yang bisa ia eksplor untuk menjadi lebih baik. Terlalu fokus terhadap kekurangan diri terkadang juga tidak bagus dik.
Ah, apapun kekurangannya yang pasti semakin hari saya semakin sayang dan cinta pada adik saya. Beruntung dianugerahi adik sepertinya. Saya ingin menjadi sosok “kakak” yang sebenarnya. Ingin yang terbaik untuknya. Saya ingin ia lebih baik dari kakaknya dari segi apapun. Segala kelebihan kakaknya bisa ia ambil dan segala kekurangan kakaknya bisa ia jadikan pelajaran agar ia tak mengulang kesalahan yang sama.
Dengan penuh kesadaran, saya ingin mengucapkan sesuatu kepada adik saya, “Uhibbuki fillah.. Teteh sayang cici karena Allah :’) ”
Gerlong, 19 Maret 2013 dinihari jam 01:25

#Part 1 : Seorang Kakak yang mencoba menjadi sosok -KAKAK-..:’)


Kehendak Allah SWT untuk menganugerahi saya seorang adik yang sebenarnya (dulu) kehadirannya tidak saya kehendaki (heu :D), pasalnya ketika saya pada saat itu berusia kurang lebih menuju 6 tahun mempunyai ambisi ingin menjadi bungsu di keluarga ini..hehe. Ya, namanya masih kecil lah ya, sampai-sampai ketika tiba mamah melahirkan adik saya yang satu ini pada tanggal 03 Januari 1997, saya hanya menangis di sudut rumah dan enggan melihat sosok adik bayi yang kata orang-orang lucu, *apanya yang lucu coba, yang ada kalau ada bayi itu rumah jadi berisik karena tangisannya.-_-‘ (pikir saya saat itu). Saya begitu kesal melihat keluarga dan orang-orang yang datang memperlihatkan mimik muka dan ekspresi yang bahagia menyambut kedatangan mamah dari rumah sakit menggendong bayi itu. Seolah mereka tidak merasakan penderitaan dan kegundahan saya saat itu (halah). Mamah pun menghampiri saya yang masih sesenggukan di sudut rumah dan mencoba untuk memperkenalkan bayi yang baru saja dilahirkannya.
“Is, ini adik baru ais. Di cium atuh.” Mamah tersenyum sambil memegang kepalaku.
Huueek, boro-boro ingin nyium deh. Melihat wajahnya saja gak mau.
Dan saya hanya geleng-geleng kepala dan memalingkan muka sambil terus berderaian air mata.
Terbayang lah sudah dalam benak seorang saya yang masih ‘lugu’ kala itu, kalau pehatian mamah dan keluarga yang lainnya pada saya bakalan berkurang. Hari-hari pun akan serasa berat untuk saya kala itu. Apalagi kehadirannya yang tidak saya harapkan.
            Dan ketika dia mulai tumbuh menjadi balita, semakin bertambah rasa ketidaksukaan saya padanya. Pasalnya ketika saya ingin pergi main ke rumah teman sebaya, dia selalu ‘nguntil’ dari belakang dan mengikuti saya sampai rumah teman. Dan saya pun marah pada saat itu karena tidak suka diikuti olehnya, alhasil dia menangis dan mulai mengadu pada mamah. Huh, dasar cengeng. Dan saya pun kena cipratan marahnya mamah..
“Teteh kenapa sih gak mau ngajak main adik nya? Da gak minta di gendong ini. Lagipula tuh lihat temen-temen sebaya teteh mah main teh sama adiknya di rumah.”
Saya hanya bisa tertunduk dan semakin bertambah ketidaksukaan pada adik saya itu. Gara-gara dia saya jadi sering kena marah. Murka saya pada saat itu.
“Teh, da gak akan malu atuh bawa main adik se- lucu ini.”
Haaah, what’s?? Lucu?? Di mataku sosoknya tidak lebih dari sosok adik menyebalkan yang selalu ingin ikut kakaknya kemanapun pergi. Fyuuhh.
Tapi ada satu kejadian lucu yang kalau diingat suka senyum dan malu sendiri. Jadi waktu itu saya kelas 2 atau kelas 3 SD gitu ya (lupa), ketika bulan ramadhan tiba saat itu saya sudah mulai belajar ikut berpuasa dan memang sudah dibiasakan oleh orangtua sejak saya masuk SD. Dan di suatu siang yang bolong, datanglah tamu berkunjung ke rumah dengan membawa buah tangan yang tak lain untuk dimakan ketika buka puasa nanti. Saya yang tidak kuat menahan godaan melihat makanan yang sangat menggiurkan tersebut (padahal kue biasa sih), mempunyai akal licik pada saat itu untuk memanfaatkan adik saya yang masih kecil dan belum berpuasa untuk melancarkan aksi bulus itu (astaghfirullah..-_-). Karena adik saya terbilang cukup takut pada saya karena masih galak padanya saat itu jadi mudah untuk menyuruhnya. Ia pun dengan sukarela menuruti apa yang saya katakan padanya untuk mengambil makanan itu dan memberikan sebagiannya pada saya dengan catatan dia harus tetap tutup mulut. Dan saya pun dengan entengnya dan tanpa beban memakan kue tersebut dengan lahap di tempat yang saya kira sudah aman. Dan tahu apa yang terjadi berikutnya? Kakak perempuan saya ternyata memperhatikan saya dari sejak lama, dan ketika mata kami saling bertemu, saya kaget bukan main, saat itu dunia serasa runtuh, maluuuu sekali seakan-akan saya sudah berbuat dosa sebesar gunung. Saya pun mencoba merayu kakak untuk tidak mengadu kepada mamah dengan merengek. Ia hanya tersenyum sinis dan bisa saya tebak, ia melaporkan kelakuan saya kala itu kepada mamah. Bukannya marah, mamah hanya tertawa mendengar penjelasan dari kakak, dan alhasil kelakuan bodoh saya kala itu menjadi obrolan hangat dan selalu diceritakan kepada kerabat/keluarga yang datang ke rumah membuat saya malu setengah mati. Saat itu saya tidak suka dengan kakak perempuan saya yang satu itu.
Waktu terus berlalu, tibalah saat dimana adikku ini masuk sekolah dasar. Kala itu ketidaksukaan ku padanya mulai berkurang walaupun masih menyisakan sedikit rasa. Saya masih bersyukur pada waktu dia masuk SD bertepatan dengan saya masuk SMP. Jadi aman pikirku saat itu tidak perlu repot-repot jagain adik dan tidak harus bareng berangkat ke sekolah nya karena memang kami berbeda jurusan (haha, jahatnya). Ada suatu kejadian menyebalkan yang saya ingat ketika dia sudah masuk SD adalah ketika saya sudah berbaik hati ingin membantunya dalam belajar dan mengerjakan tugas rumahnya karena ia terlihat sudah berputus asa dalam mengerjakannya, sampai ia pun menangis karena tidak bisa mengerjakan tugas rumahnya itu, dan saya pun dengan sadar diri (sebenarnya rada dipaksa sama nenek dan mamah) ingin membantunya, tapi ia sambil tetap menangis dan dengan sombongnya berkata: “Gak mau dibantuin, teteh mah da gak akan bisa!!”. Haah, ni anak pengen dijitak apa ya. Murka saya pada saat itu. Gue udah SMP, nah elu? Masih SD juga udah belagu (kesal tingkat kabupaten). Akhirnya saya tinggalkan ia sendiri di ruangannya dengan hati yang gondok. Fyuuh.

                                          ******* To be continued *******

Oia, di bawah ini kira-kira beginilah ekspresi kami saat sedang tidak akur. (aslinya lebih seram dari ini sepertinya. haha :D )
-aish.photoscollection-

Ka-Ka-eN, apaan tuuuh?





Ka-Ka-eN yang di maksud disini bukan Korupsi, Kolusi, Nepotisme yaa. Tapi Kuliah, Kerja, Nyata. Ini merupakan salah satu mata kuliah wajib mahasiswa S1 di UPI baik itu untuk mahasiswa pendidikan maupun non-pendidikan (murni). Istilah ini bisa berbeda di setiap kampus, ada yang namanya kerja lapangan, KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa), pengabdian dsb. Ya inti nya mah kuliah di lapangan atau di lingkungan masyarakat lah. Semacam pengabdian pada masyarakat kayak gitu pokoknya. Kalau di UPI sendiri biasanya KKN ini  di kontrak pada semester 6, pelaksanaannya di akhir semester 6 kurang lebih selama 40 hari kami diwajibkan untuk mengabdi di suatu daerah. Daerahnya sendiri ada list-nya dari pihak universitas nya. Pada tahun ini (2012) daerah yang dijadikan target program KKN ini kurang lebih ada 6 daerah tersebar di daerah jawa barat. Daerah tersebut diantaranya kota Bandung, kabupaten Bandung, Garut, Subang, Purwakarta, Indramayu. Program yang ditawarkan pun beragam, kurang lebih ada sekitar 7 jenis program. Nah, untuk programnya sendiri disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing. Jenis dari programnya itu sendiri diantaranya ada POSDAYA (Pos Pemberdayaan Keluarga), MBS (Manajemen Berbasis Sekolah), LH (Lingkungan Hidup), Kearifan Budaya Lokal (KBL), PAUD, KF (Keaksaraan Fungsional) dan juga Wajar Dikdas (Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun). Untuk ke enam program tersebut tentu ada kekurangan dan kelebihan masing-masing, tapi menurut hasil survey, program yang paling difavoritkan oleh mahasiswa UPI adalah POSDAYA. Banyak faktor yang menyebabkan kenapa program POSDAYA ini di favorit-i oleh mahasiswa/i. Yang pasti apapun programnya, kami punya misi tersendiri untuk menyukseskan program-program tersebut yang notabene merupakan amanah dari universitas dan jangan  mentang-mentang tidak di awasi 24 jam oleh universitas kami dengan begitu entengnya bermain-main dengan program ini karena yang jadi taruhannya adalah nama almamater kami sendiri, ya secara otomatis kami harus membawa nama baik universitas di lingkungan masyarakat tempat kami nanti KKN. Ya, kalau di bilang cukup berat juga, tapi jika dijalankannya dengan enjoy dan tentunya profesionalitas yang cukup tinggi serta didukung oleh kesolidan kelompok insyaAllah akan berjalan mudah dan lancar.
Nah, berbicara masalah kelompok, sebenarnya bisa dibilang seperti membeli kucing dalam karung, karena biasanya kami tidak tahu akan satu kelompok dengan siapa. Wong satu kelompok itu harus terdiri dari berbagai macam jurusan di UPI dari tiap fakultas yang berbeda dan tentunya mempunyai tabiat dan watak yang berbeda-beda pula. Masalah kelompok ini salah satu masalah yang cukup membuat sebagian mahasiswa menjadi galau, karena setiap orang pasti ingin satu kelompok dengan orang yang nantinya bisa enak di ajak kerjasama. Bayangin sendiri lah ya, kami harus hidup bersama dengan orang yang belum kami kenal sebelumnya. Ya tentunya setiap orang itu berbeda, nah tugas pertama kami sebenarnya adalah bagaimana kami bisa mengemas perbedaan-perbedaan itu menjadi sebuah kekuatan untuk mencapai visi dan misi bersama (ceileee..:D).
Yang harus dipersiapkan untuk KKN ini ruhiyah, mental, dan juga fisik. Pertama Ruhiyah, jelas ini yang utama karena sesuai fakta di lapangan kita bakal menemui sesuatu yang mungkin bakal di luar dugaan, seperti salah satunya bakal menemui orang yang di KTP nya Islam tapi pada kenyataannya tidak pernah terlihat sholat dan ibadah-ibadah wajib yang lainnya. Nah, sebagai muslim yang baik ketika melihat hal seperti itu tentu kewajiban kita sebagai sesama saudara muslim untuk mengingatkan, untuk hasilnya serahkan saja pada Allah, kita hanya bertugas untuk mengingatkan saja. Dan jangan salah jika lingkungan kita mayoritas seperti itu, bisa jadi malah kita yang terbawa mereka. Naudzubillah ya. Nah, itulah pentingnya menjaga ruhiyah sebelum dan saat KKN. Salah satu godaan ketika di KKN itu adalah ketika kita berkumpul dengan teman-teman KKN (baik itu membicarakan program ataupun ngobrol-ngobrol ringan) dan kemudian  terdengar suara adzan, disanalah kita diuji apakah kita akan bersegera untuk melaksanakan sholat atau terbawa mereka yang biasa melalaikan sholat. Ya sebisa mungkin kita ‘cut’ dulu untuk bersegera melaksanakan shalat serta mengajak yang lainnya untuk shalat juga. Pada awalnya memang akan terasa canggung tapi jika kita mencoba mengajak mereka dengan bahasa-bahasa yang tentunya bisa mereka terima insyaAllah tidak akan terlalu sulit, hanya saja kita harus tetap bersabar dan istiqamah dalam mengingatkan kebaikan.
Yang kedua, Mental. Tentu saja mental yang kuat harus kita milliki, karena di lapangan nanti kita bakal menemui berbagai macam karakter. Ada yang tenang, pemarah, cuek, tidak mau ambil pusing, bijaksana, keras kepala, sampai perfeksionis juga ada. Nah, biasanya konflik itu timbul dari mulai hal-hal terkecil sampai yang terbesar. Contohnya bagi orang yang tipenya itu teratur, segala sesuatunya itu harus jelas dan terperinci, nah berbeda dengan orang yang bebas, mereka cenderung tidak biasa dengan keteraturan karena biasanya hidup mereka ‘let it flow’ biarkan mengalir apa adanya. Kedua tipe ini jika disatukan akan menimbulkan suatu konflik jika tidak bisa ditanggulangi. Disanalah tugas kita untuk menanggulangi perbedaan-perbedaan tersebut.
Yang ketiga, Fisik. Jelas ini merupakan hal yang tidak boleh dilupakan juga karena biasanya KKN ini banyak sekali program-program yang ditujukan untuk masyarakat di lingkungan sekitar. Dan dengan padatnya pelaksanaan program-program itu dituntut untuk mempunyai stamina yang oke serta fisik yang kuat. Karena kalau fisik kita lemah, alhasil akan terbengkalai program-program yang telah disusun sedemikian rupa dan jadinya malah menyusahkan teman-teman satu kelompoknya.
Intinya buat KKN menjadi salah satu ladang kita untuk beramal ibadah dan mendewasakan diri. Jangan dijadikan beban. Jadilah orang yang bermanfaat di sana. Ambil bagianmuu..!!! J
Nah, tulisan saya di atas semoga bermanfaat bagi temen-temen/adik-adik yang mau melaksanakan Ka-Ka-aN nya yooooo... Cumungudh kawan!! :D

Jalan Cinta Para Pejuang

"Di jalan cinta para pejuang, sejak awal kita mengikrarkan bahwa kita semua milik Allah, dan hanya padaNya kita akan kembali. Maka dengan sahabat yang paling dekat, dengan istri yang paling setia, atau anak-anak yang berbakti, hubungan kita bukanlah hubungan saling memiliki. Allah hanya meminjamkan dia untuk kita dan meminjamkan kita untuknya. Itu saja. Sudah begitu besar karunia Allah bahwa kita ditakdirkan bersama. Atau pernah bersama. Bersama di jalan cinta para pejuang.."
(Salim A Fillah)

Wilujeng Sumping..^^

Ahlan Wasahlan..Wilujeng Sumping..Selamat datang..Welcome..Annyeong haseo..Hajimemashite..
(apapun bahasanya)..
di Blog saya, seorang muslimah yang senantiasa ingin selalu mengambil hikmah dari setiap kejadian. Baik itu hikmah yang ada di langit maupun di bumi..
Dan sebagai manusia saya merasa mempunyai tugas untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran.

Yang baik dari blog ini silahkan di ambil, yang kurang baiknya abaikan saja.
#jangan lupa kalau dijadikan sebagai referensi, cantumkan juga sumbernya ya saudara/i ku..:)
Hope all of you enjoy my blog..\^^/